Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Niat dan Tata Cara Puasa Syawal, Dilengkapi Keutamaan Puasa Syawal

Simak bacaan niat dan tata cara puasa Syawal, lengkap dengan sejumlah keutamaannya.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Nuryanti
zoom-in Niat dan Tata Cara Puasa Syawal, Dilengkapi Keutamaan Puasa Syawal
Muslimah activity
Ilustrasi Puasa Syawal. Simak bacaan niat dan tata cara puasa Syawal, lengkap dengan sejumlah keutamaannya. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah bacaan niat dan tata cara puasa Syawal, beserta keutamaan puasa Syawal.

Puasa Syawal hukumnya sunnah dan dikerjakan sebanyak enam hari.

Puasa Syawal boleh dilakukan secara berurutan atau berseling, yang penting masih di bulan Syawal.

Dilansir babel.kemenag.go.id, bulan Syawal dapat dijadikan sebagai bulan peningkatan amal ibadah.

Sebab, pada bulan Ramadan, umat Islam menjalankan ibadah puasa dan melakukan ibadah sunah seperti Tadarus Alquran, salat sunah, zikir, iktikaf, dan bersedekah.

Sehingga, pada bulan syawal, semangat untuk melakukan amal ibadah tersebut hendaknya dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan.

Tata Cara dan Niat Puasa Syawal

Simak tata cara puasa Syawal sebagaimana dilansir laman gramedia.com:

Rekomendasi Untuk Anda

1. Niat puasa syawal dijalankan selama enam hari

Sebagaimana yang sudah disebutkan dalam hadist, puasa syawal dilakukan selama enam hari.

Berikut hadis yang disebutkan:

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164). Dari hadis tersebut, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin berkata, “Yang disunnahkan adalah berpuasa enam hari di bulan Syawal.” (Syarhul Mumti’, 6: 464).

Baca juga: Jadwal Puasa Syawal Lebaran 2024 dan Bacaan Niatnya

Inilah bacaan niat puasa Syawal yang dianjurkan untuk dilafalkan:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah SWT.”

Sementara itu, niat puasa Syawal bisa dilafalkan pada siang hari selama belum makan atau minum.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas