Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Hoaks Ancam Perkembangan Generasi Indonesia Emas 2045

Informasi yang keliru apalagi hoaks dapat mengancam rencana jangka panjang pemerintah menuju Indonesia Emas di 2045.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Hoaks Ancam Perkembangan Generasi Indonesia Emas 2045
HO/IST
PRAKTISI DISKUSI SOAL HOAKS. Diskusi bertajuk "Generasi Z dan Alfa di Era Digital 5.0, Mampukah Menjadi Generasi Emas?" di Pekan Baru, Selasa (25/2/2025). Perkembangan generasi Indonesia emas 2045 terancam karena hoaks. Derasnya arus informasi menjadi tantangan tersendiri bagi gen Z dan gen Alpha karena dapat mempengaruhi mentalitas serta intelegensia mereka. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Perkembangan generasi Indonesia emas 2045 terancam karena hoaks.

Derasnya arus informasi menjadi tantangan tersendiri bagi gen Z dan gen Alpha karena dapat mempengaruhi mentalitas serta intelegensia mereka.

Informasi yang keliru apalagi hoaks dapat mengancam rencana jangka panjang pemerintah menuju Indonesia Emas di 2045.

Baca juga: Hoaks Berseliweran di Media Sosial Jepang Menjelekkan Rencana Expo Osaka 2025

"Gen Z dan Alfa harus bisa lebih semangat dan jangan cepat patah mental," kata Dekan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Ria, Ade Ria Nirmala di Pekanbaru, Selasa (25/2/2015).

Hal tersebut dia sampaikan dalam diskusi bertajuk "Generasi Z dan Alfa di Era Digital 5.0, Mampukah Menjadi Generasi Emas?".

Ade mengatakan gen Z dan Alfa harus lebih banyak berpikir dan berkegiatan positif agar memiliki mental yang kuat.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia melanjutkan, angkatan Z dan Alfa harus lebih kritis dan skeptis dalam menerima arus informasi di dunia maya dan media sosial.

Baca juga: Menteri Karding Klaim Makan Bergizi Gratis Jadi Investasi SDM Capai Generasi Emas

Banyak informasi yang beredar perlu di cek lebih lanjut kebenarannya. Hal ini dilakukan agar generasi penerus tidak terjebak dalam informasi ambigu.

Hal senada diungkapkan Direktur Pusat dan Analisa Ekonomi Nusantara, Edo Segara Gustanto.

Dia menilai bahwa saat ini gen Z dan Alfa masih rentan terpapar isu hoaks. Dia mencontohkan isu boikot produk yang diduga terafiliasi Israel menyusul agresi negara zionis tersebut ke tanah Palestina.

Beredarnya isu hoaks terlihat ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa nomor 83 terkait imbauan untuk tidak memakai produk yang diduga terkait Israel.

Padahal, MUI dan pemerintah tidak pernah mengeluarkan daftar resmi perusahaan-perusahaan yang disebut-sebut terkait Israel.

"MUI tidak pernah merilis produk yang harus diboikot. Akan tetapi muncul tiba-tiba pada sore hari produk-produk yang harus diboikot. Siapa yang merilis?" tegas Edo.

Dekan UIN, Ade menambahkan masyarakat jangan hanya ikut-ikutan terkait gerakan boikot ini mengingat banyak informasi bias berkenaan dengan daftar produk.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas