Doa sebelum Bekerja, Biar Hati Tenang dan Kerja Dilancarkan
Doa sebelum bekerja dapat dibaca sebelum melakukan aktivitas sehari-hari. Ada doa pembuka rizqi dari setiap penjuru dan mendapatkan rizqi yang halal.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Bobby Wiratama
Allahumma yaa ghaniyyu yaa hamiidu yaa mubdi'u yaa mu'iidu yaa rahiimu yaa waduud, aghnini bi halaalika 'an haraamika wa aghnini bi fadhlika 'amman siwaaka washallallahu 'ala muhammadin wa 'alaa aalihi wa sahbihi wa sallam.
Artinya: "Wahai Allah, wahai Dzat Yang Maha Kaya, wahai Dzat Yang Maha Terpuji, wahai Dzat Yang memulai, wahai Dzat Yang Mengembalikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang, wahai Dzat Yang Maha Mencintai. Cukupilah kami dengan kehalalan-Mu dari keharaman-Mu. Cukupilah kami dengan anugerah-Mu dari selain Engkau. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad Saw. keluarga dan sahabat beliau."
Dalil Al-Quran dan Hadis tentang Bekerja
Dalam Islam, bekerja keras adalah kewajiban untuk mensyukuri nikmat Allah.
Ada banyak dalil dan hadis mengenai kewajiban bekerja, seperti yang disusun dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas XII SMA/SMK berikut ini:
1. Q.S At-Taubah/9: 105
Artinya: “Dan Katakanlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”.
2. Q.S. al-Fushilat/41: 5
Artinya: Mereka berkata: “Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja (pula).”
3. Q.S. Yasin/ 36: 12
Artinya: Kami menuliskan apa-apa yang mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.
4. Q.S. al-An’am/6: 164
Artinya: “Katakanlah: “Apakah Aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.
5. Q.S. al-Qashash/28: 77
Artinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagian-mu dari (keni’matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.
6. Dari Abu Abdillah Zubair bin Awwam, ia berkata Rasulullah ﷺ bersabda:
Baca tanpa iklan