Doa Keluar Rumah Agar Terhindar dari Gangguan Setan dan Marabahaya
Doa keluar rumah dibaca ketika meninggalkan rumah agar dilindungi oleh Allah dari gangguan setan dan bahaya ketika berada di luar rumah.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Pravitri Retno W
Artinya: "Dengan nama Allah aku beriman kepada Allah. Dengan nama Allah aku hadapkan diriku kepada Allah. Dengan nama Allah aku berlindung kepada Allah. Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah, tiada daya upaya dan tiada kekuatan melainkan atas izin Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung." (HR. Abu Dawud)
Doa Mohon Perlindungan Keluar Rumah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
Allaahumma innii a'uudzubika an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala 'alaiya.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, berbuat zalim atau dizalimi, dan berbuat bodoh atau dibodohi.”
Doa Masuk Rumah
بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا، ثُمَّ لِيُسَلِّمْ أَحَدُكُمْ عَلَى أَهْلِهِ
Bismillāhi walajnā, wa bismillāhi kharajnā, wa ‘alallāhi rabbinā tawakkalnā, tsumma liyusallim aḥadukum ‘alā ahlihi.
Artinya: “Dengan nama Allah kami masuk, dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal. Kemudian hendaklah salah seorang dari kalian memberi salam kepada keluarganya.” (HR. Abu Dawud)
Adab Keluar Rumah
Dalam ajaran Islam, penting untuk menjaga etika dan sopan santun ketika keluar rumah.
Tujuannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan tetap berada dalam perlindungan Allah, seperti dijelaskan di laman Muhammadiyah.
1. Mengucapkan doa keluar rumah
Ketika seorang muslim keluar rumah, ia dianjurkan untuk membaca doa.
Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang keluar dari rumahnya lalu mengucapkan: Bismillāhi tawakkaltu ‘alallāh, lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh, maka dikatakan kepadanya: Engkau telah diberi petunjuk, dicukupkan, dan dilindungi.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
2. Memakai pakaian yang menutup aurat dan pantas
Baik untuk laki-laki maupun perempuan, disunnahkan keluar rumah dengan pakaian yang sopan dan tidak berlebihan.
Dalam Al-Quran Surat An-Nur ayat 31 dan Surat Al-Ahzab ayat 59 disebutkan:
“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan jangan menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, ayah mereka, ayah suami mereka, putra-putra mereka, putra-putra suami mereka, saudara-saudara mereka, putra-putra saudara laki-laki mereka, putra-putra saudara perempuan mereka, perempuan-perempuan (sesama muslimah), hamba sahaya yang mereka miliki, pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan terhadap perempuan, atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)
“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal (sebagai perempuan terhormat), sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)
3. Tidak memakai wangi-wangian berlebihan (khusus wanita)
Rasulullah melarang wanita keluar rumah dengan wewangian yang dapat mengundang perhatian laki-laki.
“Jika seorang wanita memakai wewangian lalu berjalan melewati orang banyak agar mereka mencium baunya, maka ia seperti seorang pezina, dan beliau (Rasulullah) mengucapkannya dengan nada keras.” (HR. Abu Dawud no. 4173).
Baca tanpa iklan