Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

4 Golongan yang Dirindukan oleh Surga Menurut Ajaran Agama Islam Lengkap dengan Cirinya

Berikut penjelasan mendetail mengenai keempat golongan tersebut beserta ciri-ciri khas yang menjadikan mereka "dirindukan" surga

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in 4 Golongan yang Dirindukan oleh Surga Menurut Ajaran Agama Islam Lengkap dengan Cirinya
Ilustrasi AI Google Gemini
ILUSTRASI GOLONGAN SURGA - Ilustrasi AI yang dibuat menggunakan Google Gemini pada Senin (29/9/2025) terkait 4 Golongan yang Dirindukan oleh Surga Menurut Ajaran Agama Islam Lengkap dengan Cirinya 

 

1. Taalil-Qur’ani (Pembaca Al-Qur’an)

Ciri-ciri:

  • Senantiasa melantunkan kalam Allah SWT di setiap kesempatan, baik dalam keadaan senggang maupun padat aktivitas. 
  • Tidak menunggu waktu luang untuk membaca Al-Qur’an, melainkan secara proaktif menjadikannya sebagai prioritas utama.
  • Menghafal dan memahami makna ayat-ayatnya, bukan sekadar melafalkan tanpa tadabbur.
  • Mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, seperti bersikap adil, sabar, dan santun.

Dasar Syar’i:
QS. Ar-Ra’d (13: 28) menjelaskan:

‎ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

"Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hatilah menjadi tenteram."

Penjelasan Ulama:

Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin (Juz 1, hlm. 215) menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an bukan sekadar ritual verbal, melainkan proses transformasi spiritual. Orang yang konsisten membaca Al-Qur’an akan memiliki hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan perilaku yang selaras dengan nilai-nilai ketuhanan. 

Rekomendasi Untuk Anda

Studi dari Journal of Islamic Psychology (2024) juga menemukan bahwa Muslim yang rutin membaca Al-Qur’an minimal 15 menit/hari memiliki tingkat stres 40 persen lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak. 

2. Wa Haafizhul-Lisan (Penjaga Lisan)

Ciri-ciri:

  • Berkata jujur dan bermanfaat, atau memilih diam jika tidak ada kebaikan dalam ucapannya. 
  • Menjauhi ghibah, fitnah, sumpah serapah, dan kata-kata kasar meski dalam situasi emosional.
  • Menggunakan lisan untuk menyampaikan nasihat, memuji kebaikan, atau membela kebenaran.
  • Sadar bahwa lisan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat.

Dasar Syar’i:
Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Bukhari dan Muslim:

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya." 

Dijelaskan pula dalam riwayat Bukhari, ada seorang wanita yang hanya shalat wajib dan bersedekah sepotong keju, tetapi tidak pernah menyakiti tetangga dengan lisannya.

Nabi SAW menegaskan, "Dia termasuk penghuni surga." 

Baca juga: Doa Nabi Adam setelah Diusir dari Surga, Taubat yang Diabadikan dalam Al-Qur’an

3. Wa Muth’imul-Ji’aan (Pemberi Makan Orang Lapar)

Ciri-ciri:

  • Proaktif membantu sesama, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan. 
  • Tidak memandang bulu dalam memberi, baik kepada keluarga, tetangga, maupun orang asing.
  • Mengutamakan keikhlasan tanpa pamrih, bahkan tanpa diketahui penerima.
  • Menyadari bahwa memberi makan orang lapar adalah investasi akhirat yang berlipat ganda.

Dasar Syar’i:
Rasulullah SAW bersabda (HR. Tirmidzi):
"Siapa pun yang memberi makan mukmin yang lapar, pada hari kiamat nanti Allah akan memberinya makanan dari buah-buahan surga."

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas