Doa Terhindar dari Ain, Pandangan Mata yang Membawa Keburukan
Doa terhindar dari ain disebutkan dalam hadis. Ain yaitu pandangan mata yang iri dan kagum berlebihan dan dapat membawa keburukan.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- 'Ain merupakan penyakit yang terjadi karena pandangan mata yang jahat seperti iri dan perasaan kagum berlebihan.
- Dalam sebuah hadis, Rasulullah mengajarkan doa untuk menghindari 'ain.
- Ulama besar Ibnu Qayyim menjelaskan cara untuk menghindari 'ain.
TRIBUNNEWS.COM - Dalam ajaran Islam, pandangan mata seseorang dapat mendatangkan bahaya kepada sesuatu, seseorang, atau bahkan dirinya sendiri, yang disebut sebagai 'ain.
'Ain berasal dari bahasa Arab yang artinya mata, bentuk jamaknya yaitu 'uyun-a 'yun atau ta'ayyanah yang artinya menderita penyakit 'ain atau mata jahat.
Pandangan mata yang disertai dengan perasaan yang negatif dapat menjadi celah bagi setan untuk mewujudkan rasa iri, dengki dan kebencian berlebihan, seperti apa yang dialami oleh Rasulullah ketika orang-orang kafir membencinya.
"Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila." (QS. Al-Qalam: 51)
Namun, bukan hanya pandangan mata jahat yang disertai iri dan dengki, melainkan juga pandangan mata yang disertai kekaguman berlebihan.
Dalam sebuah riwayat, disebutkan, Rasulullah berdoa agar terhindar dari penyakit yang diakibatkan oleh pandangan mata.
Telah menceritakan kepada kami Hisyam bin Yunus al Kufi, telah menceritakan kepada kami al Qasim bin Malik al Mazani dari al Jariri dari Abu Nadirah dari Abu Sa’id, ia berkata, “Dahulu Rasulullah sallallāhu ‘alaihi wa sallam sering berlindung dari Jin dan ‘Ain (tatapan mata jahat) manusia hingga turun Al Mu’awwidzatain, maka setelah keduanya turun beliau membacanya dan meninggalkan selainnya." (HR At-Tirmidzi)
Al Mu’awwidzatain dalam hadis di atas adalah Surat An-Nas, Al-Falaq, dan Al-Ikhlas, yang dianjurkan dibaca untuk memohon perlindungan Allah dari apapun termasuk 'ain.
Selain membaca tiga surat tersebut, Rasulullah mengajarkan doa ketika Jibril mendoakan kesembuhan beliau.
Dari Abu Sa'id, bahwa Jibril datang kepada Nabi (saw) dan bertanya: 'Wahai Muhammad, apakah kamu sakit?', beliau menjawab: "Ya." Lalu Jibril meruqyah Rasulullah dengan membacakan doa: “Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu, dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari kejahatan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah lah yang menyembuhkanmu. Dengan menyebut nama Allah aku meruqyahmu.” (HR. Imam Muslim)
Dalam riwayat lain, Rasulullah mengingatkan agar kita senantiasa memohon perlindungan Allah dari 'ain, seperti dijelaskan dalam skripsi Penyakit Ain Dalam Al-Qur’an (Studi Komparasi Penafsiran Ayat-Ayat Tentang Penyakit Ain Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim Karya Ibnu Katsir Dan Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab) oleh Siti Khoiriyah, mahasiswi UIN Salatiga, 2024.
Baca juga: Doa Penghancur Sihir dalam Ruqyah yang Diajarkan Rasulullah
"Muhammad bin Basysyar berkata: Abu Hisyam al-Makhzumiy berkata: Telah memberi tahu kami Wuhaib dari Abi Waqid dari Abi Salamah Ibn Abdirrahman dari Aisyah telah berkata: Rasulullah saw, telah bersabda: Mintalah perlindungan kepada Allah (dari 'ain), karena sesungguhnya 'ain adalah haq (benar)." (HR. Ibnu Majah)
Ada pun doa memohon perlindungan dari penyakit 'ain terdapat dalam hadis.
Doa Terhindar dari 'Ain
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
A‘ūdzu bikalimātillāhit-tāmmāti min kulli syaitānin wa hāmmatin, wa min kulli ‘ainin lāmmah.
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala setan dan binatang berbahaya, serta dari pandangan mata yang membawa keburukan.” (HR. Bukhari, no. 3371)
Baca tanpa iklan