Doa Terkejut Bangun dari Tidur, Penjaga dari Gangguan Setan
Doa ketika terbangun dari tidur karena terkejut, dibaca untuk memohon perlindungan Allah dari gangguan setan.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
TRIBUNNEWS.COM - Ketika tidur, seseorang mungkin pernah terbangun karena terkejut dalam tidurnya.
Dalam medis, hal ini dikenal sebagai hypnic jerk, yaitu kejutan otot tiba-tiba yang terjadi saat seseorang baru mulai tertidur.
Menurut pandangan Islam, tidur merupakan tanda kekuasaan Allah karena Allah berkuasa menahan jiwa dan roh manusia ketika tidur.
Dalam alJami’li Ahkam al-Qur’an (Tafsir al-Qurtubi), Al-Qurtubi mengutip Ibnu Zaid yang mengatakan tidur adalah kematian.
Selain itu, Surat Az-Zumar ayat 42 menjelaskan bahwa Allah menggenggam nyawa manusia yang tidur dan akan mengembalikan nyawanya ke tubuhnya ketika ia bangun.
“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tandatanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” (QS. Az-Zumar: 42)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa apa yang terjadi ketika tidur adalah atas kehendak Allah.
Kekuasaan Allah atas hamba-Nya yang sedang tidur disebutkan dalam Surat Al-Kahfi yang menyebutkan kisah para pemuda Ashabul Kahfi yang tertidur selama ratusan tahun di dalam goa ketika lari dari kejaran penguasa yang zalim.
Selain itu, ketika seseorang tertidur, ia tidak mengetahui apa yang mungkin terjadi padanya, sehingga dianjurkan untuk berdoa ketika hendak tidur dan ketika mengalami hal-hal seperti terbangun karena terkejut/tersentak.
Kementerian Agama Jawa Timur dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari (2013) menulis doa-doa yang dapat dibaca sebagai persiapan ketika tidur.
Baca juga: Tidur Qailulah dalam Islam, Anjuran Tidur Siang yang Jarang Diketahui
Doa Terkejut Bangun dari Tidur
أَعُوْذً بِكَلِمَاتِ اللهِ تَامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنَ
A’udzu bi kalimaatillahi taammati min ghadabihi wa min syarri ibaadihi wa min hamazaatis syayathini wa an yahdhurun
Artinya: "Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna dari kemarahan Allah dari kejahatan hamba-hamba-Nya dan dari gangguan setan dan dari kehadiran mereka." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Doa Sebelum Tidur
بِاسْمِكَ اللّٰهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ وَأَمُوتُ
Bismika allāhumma aḥyā wa bismika wa amūtu
Artinya: "Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati." (HR. Bukhari dan Muslim).
Doa Ketika Bangun Tidur
ٱلْـحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِيٓ أَحْيَانَا بَعْدَ مَآ أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ ٱلنُّشُورُ
Alhamdu lillaahil-ladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilayhin-nushuuru.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya lah tempat kembali." (HR. Bukhari)
Doa Ketika Duduk Setelah Tidur
لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ زِدْنِي عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قَلْبِي بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنِي وَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Lā ilāha illā anta subḥānaka, Allāhumma zidnī ‘ilman wa lā tuzig qalbī ba‘da idh hadaytanī wa hab lī min ladunka raḥmatan innaka anta al-Wahhāb
Artinya: "Tidak ada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau ya Allah, aku minta ampun kepada-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu tentang dosa-dosaku, dan aku mohon rahmat-Mu. Ya Allah, tambahlah ilmuku dan janganlah Engkau gelincirkan hatiku setelah Engkau memberi petunjuk kepadaku, dan karuniakanlah rahmat untuk-ku daripada-Mu, sesungguhnya Engkaulah yang maha Memberi. (HR. Abu Daud)
Doa Ketika Mimpi Baik
ٱلْحَمْدُ لِلّٰهِ ٱلَّذِي قَضَى حَاجَتِي
Alhamdulillāhilladzī qaḍā ḥājati
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku."
Doa Ketika Mimpi Buruk
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الْأَحْلَامِ
Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘amalisy-syayṭāni wa sayyi’atil-aḥlām
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk."
Posisi Tubuh saat Tidur
Dalam skripsi Tidur Dalam Al-Qur’an Perspektif Tafsir Al-Munir Karya Wahbah Az-Zuhaili oleh Ichwan Ma’rifatullah, mahasiswa Universitas PTIQ Jakarta (2023), dijelaskan mengenai posisi tidur yang dianjurkan dalam ajaran Islam.
Rasulullah tidur dengan posisi tubuh miring ke kanan, ada yang berpendapat posisi ini baik untuk kesehatan.
“Telah menceritakan kepada kami 'Abdullah bin Yazid, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Abu Ayyub berkata, telah menceritakan kepada saya Abu Al Aswad dari 'Urwah bin Az Zubair dari 'Aisyah radhiallahu'anha berkata, "Nabi Shallallāhu ‘Alaihi Wasallam bila selesai mendirikan dua rakaat salat sunat Fajar, beliau berbaring dengan bertumpu pada sisi badannya yang sebelah kanan.” (HR. Bukhari no. 1160)
Selain miring ke kanan, posisi tidur yang dianjurkan yaitu tidur telentang.
“Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah telah menceritakan kepada kami Sufyan telah menceritakan kepada kami Az Zuhri dia berkata; telah mengabarkan kepadaku 'Abbad bin Tamim dari Pamannya dia berkata; "Saya pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidur terlentang di masjid sambil menumpukan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain.” (HR.Bukhari no.6287)
Ada pun posisi yang tidur yang tidak dianjurkan yaitu tidur dengan tengkurap.
"Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bisyr, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin 'Amru berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Salamah dari Abu Hurairah, dia berkata, Rasulullah pernah melewati seorang laki-laki yang tidur dengan posisi tengkurap maka beliau bersabda, "Sesungguhnya ini adalah posisi tidur yang tidak disukai oleh Allah 'Azza wa Jalla." (HR. Ahmad no.7862)
Tidur dengan posisi tengkurap dapat membatasi pernapasan karena tubuh menekan paru-paru dan jantung.
Di antara larangan dalam tidur adalah tidak tidur berlebihan, sebagaimana disebutkan dalam Surat Az-Dzariat ayat 17: "Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam."
Ayat tersebut menjelaskan tentang penghuni surga yang hanya tidur sebentar pada malam hari dan menggunakan sebagian malamnya untuk shalat.
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. al-Isra: 79)
“Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Muhammad Al Hasan bin Muhammad bin Ash Shabbah dan Al Abbas bin Ja'far dan Muhammad bin Amru Al Hadatsani mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Sunaid bin Daud berkata, telah menceritakan kepada kami Yusuf bin Muhammad bin Al Munkadir dari Bapaknya dari Jabir bin Abdullah ia berkata, "Rasulullah bersabda, "Ibunya Sulaiman bin Daud berkata kepada Sulaiman, "Wahai anakku, janganlah memperbanyak tidur di malam hari, sesungguhnya banyak tidur di malam hari akan menjadikan seorang laki-laki fakir pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah no. 1322)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.