Doa agar Husnul Khatimah, Ikhtiar Mendapat Kematian yang Baik
Doa agar husnul khatimah untuk mendapatkan kematian yang baik di sisi Allah. Doa ini dapat dibaca rutin setiap hari.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Doa husnul khatimah dapat dibaca setiap hari untuk memohon agar meninggal dunia dalam keadaan yang baik.
Husnul khatimah artinya kematian yang dianggap dalam keadaan baik, di mana seseorang mengamalkan ketaatan kepada Allah SWT sebelum meninggal dunia.
Allah SWT akan memberikan kebaikan kepada hamba yang dikehendaki-Nya sebelum kematiannya, sebagaimana dijelaskan dalam hadis.
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ja’far dari Humaid dari Anas, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia akan menggunakannya.” Lalu ditanyakan kepada beliau, “Bagaimanakah Allah menggunakannya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Dia akan memberinya taufik untuk beramal saleh sebelum dijemput kematian.” (HR. Tirmidzi)
Dalam jurnal Husnul Khaatimah Dalam Studi Tematik Hadis dan Relevansi Terhadap Fenomena Sosial karya Putri Regina Patricia dkk, UIN Raden Fatah Palembang, menyebutkan hadis yang menjelaskan tanda seorang yang husnul khatimah.
Dia mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ma'mar], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [bapaknya], dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: ‘Seorang mukmin wafat dengan keringat di dahinya.’” (HR. An-Nasa'i)
Untuk menggapai kematian yang husnul khatimah, seorang muslim dapat mengusahakannya dengan berdoa dan meningkatkan amal kebaikan dengan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Doa agar husnul khatimah terdapat dalam beberapa ayat Al-Quran.
Doa Agar Husnul Khatimah
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَّنَا عَلَىٰ رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Rabbanaa faghfir lanaa dzunuubanaa wa kaffir ‘annaa sayyi’aatinaa wa tawaffanaa ma‘al-abraar. Rabbanaa wa aatinaa maa wa‘adtanaa ‘alaa rusulika wa laa tukhzinaa yaumal-qiyaamah, innaka laa tukhliful mii‘aad.
Artinya: “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskanlah kesalahan kami, wafatkanlah kami bersama orang-orang yang berbuat kebajikan. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami melalui rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” (QS. Ali ‘Imran [3]: 193-194)
Baca juga: Doa Sayyidul Istighfar, Dibaca Pagi dan Sore agar Dapat Jaminan Surga
رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلًا مُبَارَكًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِينَ
Rabbi anzilnī munzalan mubārakan wa anta khairul munzilīn.
Artinya: "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat." (QS. Al-Mu’minun: 29)
اللَّهُمَّ آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allāhumma ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘adzāban-nār.
Artinya: “Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah [2]: 201)
Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Shahih al-Bukhari, no. 6306).
Dalam Doa Menghadapi Kematian: Cara Indah Meraih Husnul Khatimah karya Islah Gusmian disebutkan bahwa salah satu bacaan untuk memohon kematian yang baik adalah Sayyidul Istighfar.
Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya istighfar yang paling baik adalah; kamu mengucapkan: "Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta". Beliau bersabda: "Jika ia mengucapkan di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk dari penghuni surga. Dan jika ia membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk dari penghuni surga." (HR Ahmad 17111, Bukhari 6306, Abu Daud 5072, Nasai 7963, Ibnu Majah 4005, hadis sahih).
Doa Mohon Ampunan dan Keselamatan Dunia-Akhirat
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالآخِرَةِ
Allahumma inna nas'aluka al-'afwa wa al-'afiyata fi al-dini wa al-dunya wa al-akhirah
Artinya: "Ya Allah, kami memohon ampunan dan keselamatan kepada-Mu, baik dalam urusan agama, dunia, dan akhirat." (HR. Ibn Majah)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.