Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa Ketika Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang

Doa ketika hujan lebat dapat dibaca agar terlindungi dari bencana yang dapat terjadi karena hujan, misalnya ketika berkendara di tengah hujan deras.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Doa Ketika Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang
befungky/Tribunnews
DOA HUJAN DERAS - Gambar dibuat di befungky, Selasa (28/10/2025). Doa ketika hujan deras dapat dibaca agar terlindungi dari bencana yang dapat terjadi karena hujan, misalnya ketika berkendara di tengah hujan deras. 

Artinya: “Ya Allah, lindungilah kami dari bencana dan cobaan, serta jauhkan kami dari fitnah dan kejahatan.”

Doa Setelah Hujan Reda

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ

Muthirnaa bifadhlillaahi wa rahmatihi.

Artinya: "Kami telah diberi hujan karunia dan rahmat Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Makna Hujan dalam Islam

Kementerian Agama Kanwil Aceh menjelaskan bahwa ketika hujan turun merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk berdoa ketika hujan turun, baik dengan memanjatkan doa turun hujan atau doa lainnya.

Dalam hadis dan ayat-ayat Al-Qur'an disebutkan tentang makna hujan sebagai berkah, rahmat, dan ujian bagi manusia.

“Dan telah menceritakan kepada kami Yaḥya b. Yaḥya telah mengabarkan kepada kami Ja'far b. Sulaimān dari Tsābit al Bunānī dari Anas ia berkata; Kami diguyur hujan ketika bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau membuka pakaiannya sehingga terkena hujan, lalu kami pun bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa Anda melakukan hal itu?" beliau menjawab: "Karena hujan ini baru saja turun dari tuhannya." (HR. Muslim, no. 898)

Rekomendasi Untuk Anda

Riwayat lain menyebutkan bahwa hujan yang membawa bencana pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW.

Saat itu terjadi kelaparan di Madinah dan Rasulullah SAW diminta untuk berdoa kepada Allah untuk menurunkan hujan.

Dari Anas bin Malik r.a., bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi SAW ketika beliau mengimami khutbah Jumat dan berkata: “Hewan ternak telah mati dan jalan-jalan terputus; mohon doakan kepada Allah agar menurunkan hujan.” Maka Nabi SAW mengangkat kedua tangannya lalu berdoa: “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, turunkanlah hujan kepada kami, turunkanlah hujan kepada kami.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Riwayat lain menyebutkan hujan itu turun selama berhari-hari, mengakibatkan banjir, merobohkan banyak bangunan, dan menenggelamkan harta benda.

Rasulullah diminta untuk kembali berdoa kepada Allah, memohon agar hujan itu tidak mengguyur daerah pemukiman dan mengalirkan airnya ke luar wilayah tersebut.

Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata: Kami pernah bersama Rasulullah SAW ketika turun hujan. Beliau menyingkap sebagian pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan itu?” Beliau menjawab, “Karena hujan ini baru saja diciptakan oleh Rabb-ku.”

Lalu pada hari Jumat berikutnya, seorang laki-laki datang dan berkata: “Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan jalan-jalan terputus karena hujan; mohon berdoalah agar Allah menahan hujan ini dari kami.” Maka Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya dan berdoa:

“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan bukan di atas kami. Ya Allah, turunkanlah di bukit-bukit, gunung-gunung, lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.”

Maka awan pun berpencar menjauh dari Madinah seperti cincin mengelilinginya, dan hujan turun di sekitarnya tetapi tidak di atas kota. (HR. Bukhari dan Muslim)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas