Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Faktor Genetik, Stres hingga Perubahan Hormon Picu Kerontokan Rambut

Perawatan rambut tidak bisa hanya menyentuh permukaan. Kita harus melihat kondisi kulit kepala dan tubuh secara keseluruhan

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Faktor Genetik, Stres hingga Perubahan Hormon Picu Kerontokan Rambut
Freepik
ILUSTRASI RAMBUT RONTOK - Fenomena kerontokan rambut dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak dikeluhkan masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki. Faktor genetik, stres, kurang nutrisi, hingga perubahan hormon menjadi pemicunya. 

Ringkasan Berita:
  • Kerontokan rambut semakin banyak dikeluhkan dan berdampak pada kepercayaan diri serta kualitas hidup.
  • dr Devi Himawan menjelaskan bahwa penyebabnya beragam, mulai dari genetik, stres, nutrisi, hingga hormon.
  • Perawatan berbasis teknologi seperti PRP, Laser A+ dan Hair BioStimulator untuk membantu mengatasi masalah ini.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fenomena kerontokan rambut dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak dikeluhkan masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.
Kondisi ini bahkan menjadi salah satu keluhan terbanyak di sejumlah klinik kecantikan di kota-kota besar.

Chief Medical Officer sekaligus Co-Founder Diri Care, dr. Devi Himawan, menyebut kerontokan rambut kerap dianggap persoalan ringan, padahal dampaknya dapat memengaruhi kepercayaan diri hingga kualitas hidup seseorang.

Baca juga: 7 Penyebab Rambut Rontok Menurut Dokter Kulit, Begini Cara Mengatasinya

“Penyebab kerontokan rambut sangat beragam, mulai dari faktor genetik, stres, kurang nutrisi, hingga perubahan hormon,” ujarnya dalam peresmian Diri Care di Gading Serpong, Tangerang, belum lama ini.

Menurut dr. Devi, sebagian besar masyarakat hanya berfokus pada pemilihan shampoo atau penggunaan minyak rambut.

Padahal, masalah kerontokan lebih sering berkaitan dengan kondisi tubuh yang tidak seimbang.

Rekomendasi Untuk Anda

“Perawatan rambut tidak bisa hanya menyentuh permukaan. Kita harus melihat kondisi kulit kepala dan tubuh secara keseluruhan,” katanya.

Untuk itu, pihaknya menghadirkan sejumlah layanan berbasis teknologi seperti Platelet-Rich Plasma (PRP), Laser A+ 1450 nm, Hair Booster Serum, hingga Hair BioStimulator Treatment. 

Salah satu inovasi yang diusung adalah penggunaan Ideal-Sized Chitosan (ISC) dalam perawatan Hair BioStimulator Therapy.

Chitosan merupakan senyawa organik dari jamur yang diproses menjadi molekul berukuran ideal sehingga mudah diserap kulit kepala.

Senyawa ini memiliki sifat antiinflamasi, memperkuat akar rambut, memperbaiki kerusakan kulit kepala, serta merangsang pertumbuhan rambut baru.

Baca juga: Pahami Penyebab Umum Rambut Rontok dan Cara Medis Menanganinya

“Jika ditangani sejak dini, peluang keberhasilan jauh lebih tinggi,” tegas dr. Devi.

Ia menambahkan, meningkatnya tingkat stres dan perubahan gaya hidup masyarakat membuat edukasi mengenai kesehatan rambut semakin penting.

Pendekatan penanganan yang tepat diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh rambut yang lebih tebal, sehat, dan kuat.

 

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas