Doa ketika Mimpi Baik, Pertanda Datangnya Kebaikan dari Allah Swt
Setiap muslim dianjurkan berdoa ketika mendapat mimpi baik mau pun mimpi buruk. Anjuran ini disebutkan dalam sejumlah hadis.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Ketika mendapat mimpi baik atau mimpi buruk, setiap muslim dianjurkan untuk berdoa.
- Doa ketika mimpi baik merupakan bentuk syukur atas kebaikan yang Allah Swt berikan.
- Doa ketika mimpi buruk menjadi pelindung dari gangguan setan yang berupaya menimbulkan rasa takut lewat mimpi.
TRIBUNNEWS.COM - Mimpi tidak hanya sekadar bunga tidur, tetapi bisa menjadi isyarat kebaikan dari Allah Swt menurut pandangan Islam.
Ketika seorang muslim mendapat mimpi yang baik, ia dianjurkan untuk membaca doa sebagai bentuk syukur.
Berdoa juga dianjurkan bagi seseorang yang mendapat mimpi buruk, sebagaimana dijelaskan dalam hadis.
Dari Abu Sa’id Al-Khudri ra, Rasulullah Saw bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat mimpi yang ia sukai, maka itu dari Allah. Hendaklah ia memuji Allah karenanya dan menceritakannya. Namun jika ia melihat selain itu, yaitu mimpi yang ia benci, maka itu dari setan. Hendaklah ia memohon perlindungan dari keburukannya dan jangan menceritakannya kepada siapa pun, maka mimpi itu tidak akan membahayakannya." (HR. Muslim)
Dalam buku Kumpulan Doa Sehari-hari terbitan Kementerian Agama disebutkan doa ketika mendapat mimpi baik.
Doa Ketika Mimpi Baik
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي قَضَى لِي حَاجَتِي
Alḥamdu lillāhil-ladzī qaḍā lī ḥājati
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi hajatku."
Doa Ketika Mimpi Buruk
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الْأَحْلَامِ
Allāhumma innī a‘ūdzu bika min ‘amalisy-syayṭāni wa sayyi’āti al-aḥlām
Artinya: "Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk."
Baca juga: Doa Ketika Takut dan Gelisah, Jadi Penjaga Hati dari Segala Keburukan
Adab Ketika Bermimpi dalam Islam
Dalam skripsi Mimpi Dalam Perspektif Hadis Nabi Muhammad Saw. (Kajian Tahlili Terhadap Hadis 3 Macam Mimpi) oleh M. Yusuf Assagaf, mahasiswa UIN Alauddin Makassar (2017), dijelaskan bahwa ada beberapa adab yang perlu diperhatikan oleh setiap muslim ketika bermimpi.
1. Memuji Allah Swt ketika Mendapat Mimpi Baik
Mimpi baik merupakan pertanda kebaikan dari Allah Swt, maka seorang muslim dianjurkan untuk memuji Allah Swt dan bersyukur.
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah ibn Yusuf telah menceritakan kepada kami al-Laits telah menceritakan kepada kami Ibn al-Had dari ‘Abdullah ibn Khabbab dari Abu Sa'id al-Khudri, ia mendengar Nabi saw. bersabda: "Jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang ia sukai, sebenarnya mimpi tersebut berasal dari Allah, maka hendaklah ia memuji Allah karenanya dan ceritakanlah, adapun jika ia bermimpi selainnya yang tidak disukai, maka itu berasal dari setan, maka hendaklah ia meminta perlindungan dari keburukannya, dan jangan menceritakannya kepada orang lain, sehingga tidak membahayakannya." (HR. Bukhari)
2. Mohon Perlindungan Allah Swt ketika Mimpi Buruk
Berdasarkan hadis di atas, seseorang yang mengalami mimpi buruk dianjurkan untuk berdoa memohon perlindungan Allah Swt.
Mimpi buruk itu dapat menjadi pertanda bahwa setan sedang berupaya untuk membuat manusia bersedih hati atau menakut-nakutinya.
3. Dilarang Menceritakan Mimpi Buruk
Menurut hadis yang disebutkan pada poin pertama, seseorang dilarang menceritakan isi mimpi buruk yang ia alami.
Selain itu, menceritakan mimpi buruk dapat membuat seseorang khawatir, takut, atau terpancing sugesti buruk.
Alasan lainnya karena menceritakan mimpi buruk dapat membuat orang menafsirkan sendiri arti mimpinya dan menimbulkan kecemasan, yang dikhawatirkan kecemasan itu dapat menjadi nyata karena prasangkanya sendiri.
4. Meludah ke Kiri ketika Mimpi Buruk
Dalam hadis dijelaskan bahwa seseorang yang mengalami mimpi buruk dianjurkan untuk melakukan isyarat meludah ke arah kiri.
Telah menceritakan kepadaku Abu al-Tahir; Telah mengabarkan kepada kami ‘‘Abdullah ibn Wahb; Telah mengabarkan kepadaku 'Amru ibn al-Harits dari 'Abd al-Rabbih ibn Sa'id dari Abu Salamah ibn 'Abd al-Rahman dari Abu Qatadah dari Rasulullah saw. beliau bersabda: "Mimpi yang baik datang dari Allah dan mimpi yang buruk datang dari setan, barang siapa yang bermimpi buruk maka hendaklah ia meludah ke sebelah kirinya dan meminta perlindungan kepada Allah dari godaan syetan niscaya tidak akan membahayakannya. Dan jangan menceritakan mimpi itu kepada siapapun. Dan jika dia bermimpi baik maka bergembiralah dan jangan menceritakannya kecuali kepada orang yang dikasihi." (HR. Muslim)
5. Mengubah Posisi Tidur Setelah Mimpi Buruk
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah ibn Sa'id; Telah menceritakan kepada kami Laits; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepada kami Ibn Rumh; Telah mengabarkan kepada kami Al Laits dari Abu Az Zubair dari Jabir dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Apabila salah seorang kamu bermimpi dengan mimpi yang tidak disenanginya, maka hendaklah ia meludah ke kiri tiga kali, kemudian berlindunglah kepada Allah dari gangguan syetan tiga kali, sesudah itu merubah tidurnya dari posisi semula." (HR. Muslim)
Ahmad Hatibah dalam kitabnya Syarh Riyad al-Salihin mengatakan bahwa jika orang yang bermimpi tidur ke sisi kanan, maka hendaknya ia merubahnya ke sisi kiri dan jika tidur ke sisi kiri, maka hendaknya merubahnya ke sisi kanan karena setan menahanmu pada arah tersebut, maka ketika kamu mengubah posisimu setan akan pergi darimu.
6. Dianjurkan Sholat Setelah Mimpi Buruk
‘Ali bin Muhammad Abu al-Husain Nur al-Din, dalam Marqah al-Mafatih menjelaskan bahwa sebaiknya seorang muslim bangun untuk sholat setelah mendapat mimpi buruk.
Menurutnya, tujuan diperintahkannya shalat adalah agar Allah melawan setan karena keberkahan shalatnya.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.