Niat Sholat Witir 1 Rakaat, serta Dzikir dan Doanya setelah Sholat
Niat sholat witir dapat dibaca ketika hendak memulai sholat. Witir merupakan sholat sunah yang dilaksanakan setelah waktu isya hingga terbit fajar.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Garudea Prabawati
Asyhadu an lā ilāha illallāh, astaghfirullāh. Nas’aluka riḍāka wal-jannata wa na‘ūdzu bika min sakhaṭika wan-nār.
Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Aku memohon ampun kepada Allah. Kami memohon kepada-Mu keridaan dan surga, serta berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan neraka."
Dzikir Ketiga
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا
(3×) اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَا كَرِيمُ
Allāhumma innaka ‘afuwwun karīm, tuḥibbul-‘afwa fa‘fu ‘annā (3×). (pada kali ketiga ditambah yā Karīm)
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai pemaafan, maka maafkanlah kami."
Doa Setelah Sholat Witir
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيمَانًا دَائِمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِينًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِينًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ اللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَخُشُوعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيرَنَا يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا اللَّهُ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Allaahumma innaa nas'aluka iimaanan daa'iman. Wa nas'aluka qalban khaasyi'aw wa nas'aluka ilman naafi'an. Wa nas'aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas'aluka amalan shaalihan. Wa nas'aluka diinan qayyiman. Wa nas'aluka khairan katsiiran. Wa nas'alukal-'afwa wal-'aafiyah. Wa nas'aluka tamaamal- 'aafiyah. Wa nas'alukasy-syukra 'alal-'aafiyati wa nas'alukal- ghinaa'a 'anin-naas. Allaahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu'anaa wa tadharru'anaa wa ta'abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah yaa Allaah yaa Allaah yaa arhamar-raahimiin. Wa shallallaahu 'alaa khairi khalqihi Muhammadiw wa 'alaa aalihii wa shahbihii ajma'iina walhamdu lillaahi rabbil-'aalamiin.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, ketetapan ke- yakinan yang benar, (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, tetap dalam agama Islam, kebaikan yang melimpah-limpah, memperoleh ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kepada-Mu kecukupan. Ya Allah, ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, khusyuk kami, ketundukan kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah kealpaan kami (dalam menunaikan kewajiban), ya Allah, ya Allah, ya Allah, wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga Allah memberi rahmat atas sebaik-baik makhluk-Nya yaitu Nabi Muhammad, keluarga, dan semua sahabatnya. Dan segala puji hanya milik Allah Tuhan seluruh alam."
Waktu Sholat Witir
Sholat witir dapat dilakukan setelah waktu sholat isya sampai terbit fajar.
Bagi muslim yang yakin dapat bangun dari tidur sebelum fajar, maka lebih utama untuk sholat witir pada akhir malam.
Namun, bagi muslim yang tidak yakin dapat bangun tidur pada akhir malam sebaiknya sholat witir sebelum tidur.
Imam Nawawi dalam Kitab Al-Majmu menjelaskan bahwa sholat witir dapat dilakukan minimal satu rakaat, meski tidak didahului sholat sunah setelah isya atau sholat sunah lainnya.
Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Kitab Fathul Mu‘īn, menjelaskan bahwa jumlah rakaat sholat witir yang mendekati sempurna adalah tiga rakaat, dan jumlah yang paling sempurna adalah lima, tujuh, lalu sembilan.
Tata Cara Sholat Witir
Pemerintah Kota Tarakan menjelaskan dalam lamannya bahwa ada dua cara untuk melaksanakan sholat witir.
Karena jumlah rakaat sholat witir adalah ganjil, maka sholat sunah ini memiliki ketentuannya sendiri.
1. Washal (disambung)
Cara yang pertama yaitu dengan menyambung rakaat terakhir dengan rakaat sebelumnya.
Selain itu, cara washal boleh dilaksanakan dengan tiga rakaat dengan satu tasyahud di rakaat terakhir, atau dengan dua tasyahud pada dua rakaat terakhir seperti shalat Maghrib.
Baca tanpa iklan