Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Teks Khutbah Jumat Hari Ini, 16 Januari 2026: Pelajaran Mulia dari Peristiwa Isra Miraj

Berikut contoh khutbah untuk hari ini, Jumat (16/1/2026) dengan tema "Pelajaran Mulia dari Peristiwa Isra Miraj".

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Teks Khutbah Jumat Hari Ini, 16 Januari 2026: Pelajaran Mulia dari Peristiwa Isra Miraj
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
SHALAT JUMAT - Seseorang sedang mengisi khutbah usai Shalat Jumat di Masjid Jakarta, Jumat (5/4/2019). Berikut teks khutbah Jumat besok 16 Januari 2026 bertema "Pelajaran Mulia dari Peristiwa Isra Miraj". 

TRIBUNNEWS.COM - Khutbah Jumat disampaikan saat ibadah shalat Jumat dilaksanakan.

Kata khutbah berasal dari bahasa Arab khotbah yang memiliki arti 'pidato' atau 'ceramah'.

Dikutip dari baznas.go.id, mendengarkan khutbah merupakan amalan yang membuat hari Jumat menjadi spesial.

Mengutip dari kemenag.go.id, khutbah berisi tentang nasihat, ajakan, perintah, atau informasi yang bermanfaat untuk masyarakat.

Contoh teks khutbah hari ini, Jumat (16/1/2026), dengan tema "Pelajaran Mulia dari Peristiwa Isra Miraj" dikutip dari mui.or.id.

Baca juga: Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Hubungan Salat dan Isra Mikraj

Khutbah Jumat: Pelajaran Mulia dari Peristiwa Isra Miraj

Khutbah I

اَلسَّلاَ مُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَركَاتُهاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَا حُدُوْدَ لِقُدْرَتِهِ، اَلَّذِيْ رَفَعَ نَبِيَّهُ إِلٰى أَعْلٰى دَرَجَةٍ، وَقَدَّمَهُ أَمَامَ عَرْشِهِ، لِيَبْلُغَ رِسَالَةً كَرِيْمَةً إِلٰى قَوْمِهِ، وَجَعَلَهُ دَلِيْلًا عَلٰى عَظَمَةِ رَسُوْلِهِ.اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهِ اِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ.اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى أَفْضَلِ الْقُدْوَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلٰى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّابعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالٰى بِاِكْثَارِ أَعْمَالِكُمُ الصَّالِحَةِ وَدَوَامِ عِبَادَتِهِ، فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالٰى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِمِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُصَدَقَ اللّٰهُ الْعَظِيْمُ

Diiringi oleh rasa syukur Alhamdulillah kehadirat Allah Subhanahu wata’ala saya ingin menyampaikan wasiat taqwa kepada saudara -saudara sekalian dalam arti dan dengan cara imtitsalul awamir wajtinabun nawahi. Mari kita berusaha untuk melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhkan diri dari segala larangan-Nya, dengan demikian insya Allah kita akan tergolong sebagai orang yang taqwa kepada Allah SWT.

Peristiwa Isra dan Miraj Nabi kita, Muhammad SAW, kembali kita peringati. Peringatan ini tentu saja memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan kita sebagai muslim, tidak hanya untuk mengenang kembali peristiwa itu, tetapi juga guna mengambil hikmah atau pelajaran agar berguna bagi perjalanan hidup kita. Sekurang-kurangnya ada lima hikmah yang bisa kita ambil dari peristiwa Isra dan Miraj itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Perjalanan Isra dan Miraj ini merupakan perjalanan yang berlangsung dari masjid ke masjid, yakni dari Masjidil Haram ke Masjid Al-Aqsa terus naik ke langit hingga ke Arasy Allah dan kembali lagi ke Masjidil haram. Yang Namanya perjalanan tentu maju, ini berarti bisa kita simpulkan bahwa bila kita ingin umat ini mengalami dan mencapai kemajuan serta agar kemajuaannya tetap terarah, maka sumber daya manusia muslim harus mendapatkan pembinaan di masjid.

Maka karena itu, setiap muslim harus cinta kepada masjid, gemar ke masjid dan mau memakmurkan masjid. Keharusan kita memakmurkan masjid ini karena memang hanya orang-orang yang berimanlah yang pantas melakukannya, Allah SWT berfirman di dalam surat At Taubah ayat 18 :

اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّكٰوةَ وَلَمْ يَخْشَ اِلَّا اللّٰهَ ۗفَعَسٰٓى اُولٰۤىِٕكَ اَنْ يَّكُوْنُوْا مِنَ الْمُهْتَدِيْنَ

“Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Hikmah Isra Miraj juga membuktikan luas dan banyaknya ilmu Allah yang dimiliki sehingga apa yang mustahil bila dilihat dari ilmu manusia menjadi mungkin bagi ilmu Allah SWT., ini menggambarkan bahwa ilmu Allah itu amat luas dan amat banyak, sementara ilmu yang dimiliki manusia sangat sedikit, ini sekaligus membenarkan firman Allah:

 …….وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

“ … Dan tidaklah kamu diberi ilmu pengetahuan melainkan sedikit.” (QS Al Isra’ : 85)

Selain itu dari Isra dan Miraj, juga memberikan hikmah untuk memperkokoh loyalitas atau kesetiaan Nabi Muhammad SAW, kepada Allah SWT. Hal ini karena Isra dan Miraj itu terjadi ketika Nabi berada dalam kondisi yang berduka dengan wafatnya Sayyidah Khodijah dan wafatnya pamannya Abu Thalib. Dengan Isra dan Miraj itulah Allah SWT sebenarnya ingin menegaskan kepada Nabi bahwa boleh saja bahwa ada manusia membantu perjuangan nabi, tetapi seorang nabi tidak pantas terlalu tergantung kepada manusia, ketergantungan dan mengharapkan perlindungan ini hanya pantas kepada Allah SWT, bukan kepada manusia. Allah berfirman:

اَللّٰهُ وَلِيُّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا يُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِۗ ……

“ Allah pelindung orang-orang yang beriman. Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman) … “ (QS. Al Baqarah : 257)

Hikmah dari Isra dan Miraj adalah memperkokoh semangat dakwah. Hal ini karena sekembalinya Rasul SAW, dari Isra dan Miraj, beliau semakin menunjukkan semangatnya dalam dakwah meskipun orang-orang kafir semakin berani dan biadab dalam menghalang-halangi laju dakwah Rasulullah SAW, hinga puncaknya adalah harus dihindarinya pertumpahan darah, maka Nabi dan para sahabat diperintah oleh Allah untuk hijrah dari Makkah ke Madinah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas