Al-Kahfi Ayat 1-10, Dibaca di Hari Jumat untuk Perlindungan dari Dajjal
Al-Kahfi ayat 1-10 dapat dibaca di hari Jumat untuk memohon perlindungan dari fitnah Dajjal. Ulama berpendapat Al-Kahfi ayat 1-10 harus dipahami.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Muslim dianjurkan membaca, menghafal, dan memahami Surat Al-Kahfi ayat 1-10 untuk melindungi diri dari fitnah Dajjal.
- Surat Al-Kahfi ayat 1-10 dianjurkan dibaca setiap hari, terutama pada hari Jumat, yang merupakan hari yang mulia bagi muslim.
- Para ulama berbeda pendapat mengenai anjuran itu berdasarkan penafsiran terhadap sejumlah hadis.
- Mengamalkan Surat Al-Kahfi ayat 1-10 dapat mendorong muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjauhi syirik, dan memohon petunjuk Allah SWT.
TRIBUNNEWS.COM - Al-Quran Surat Al-Kahfi ayat 1-10 merupakan salah satu bacaan yang dapat dibaca pada hari Jumat.
Kementerian Agama menjelaskan, hari Jumat merupakan hari yang dianggap mulia oleh umat Islam.
Dalam hadis dijelaskan, hari Jumat adalah hari yang dipilih untuk umat Islam.
Rasulullah Saw bersabda: “Kita adalah umat yang terakhir (di dunia), tetapi yang pertama (dihisab) pada hari Kiamat. Hanya saja mereka (Yahudi dan Nasrani) telah diberi kitab sebelum kita. Kemudian inilah hari (Jumat) yang diwajibkan kepada mereka, tetapi mereka berselisih tentangnya. Maka Allah memberi petunjuk kepada kita tentang hari itu. Karena itu manusia mengikuti kita dalam hal ini: orang Yahudi (beribadah) besok (Sabtu), dan orang Nasrani lusa (Ahad).” (HR. Muslim No. 856)
“Sebaik-baik hari manakala matahari terbit adalah hari Jum’at, pada hari itu Nabi Adam as. diciptakan, hari itu pula dimasukan kedalam surga dan kemudian dikeluarkan daripadanya, dan kiamatpun tidak akan terjadi kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim)
Dikutip dari website Quran yang disusun oleh Kementerian Agama, berikut ini bacaan Surat Al-Kahfi ayat 1-10.
Al-Kahfi Ayat 1-10
Ayat 1
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ
Alḥamdulillāhil-lażī anzala ‘alā ‘abdihil-kitāba wa lam yaj‘al lahū ‘iwajā.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok,
Baca juga: Doa Hari Jumat, Waktu Paling Mustajab untuk Memohon Ampunan Allah
Ayat 2
قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًا ۙ
Qayyimal liyunżira ba’san syadīdan mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu’minīnal-lażīna ya‘malūnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanā.
Artinya: sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat pahala yang baik,
Ayat 3
مّٰكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًا ۙ
Mākitsīna fīhi abadā.
Artinya: mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
Ayat 4
وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًا ۙ
Wa yunżiral-lażīna qāluttakhażallāhu waladā.
Artinya: Dan untuk memperingatkan orang-orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”
Ayat 5
مَا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْ ۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْ ۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًا ۚ
Mā lahum bihī min ‘ilmiw wa lā li-ābā’ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqūlūna illā każibā.
Baca tanpa iklan