Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

3 Hal yang Perlu Diketahui Soal Sterilisasi Kucing: Sebaiknya Jangan saat Birahi

Ada sederet hal yang harus diketahui cat-lovers alias para pecinta kucing jika ingin mensterilisasi anabul kesayangan.

Tribun X Baca tanpa iklan

Ringkasan Berita:
  • Para cat-lovers alias pencinta kucing yang ingin mensterilisasi anabul kesayangan, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan.
  • Kata Drh. Frengky Chandra Parlinda, sebaiknya kucing disterilisasi sebelum memasuki fase birahi.
  • Namun, jika kucing sudah terlanjur masuk fase birahi, maka sterilisasinya harus dilakukan saat si kucing sedang tidak birahi.

TRIBUNNEWS.COM - Ada sederet hal yang harus diketahui cat-lovers alias para pecinta kucing jika ingin mensterilisasi anabul kesayangan.

Tiga dari beberapa hal yang wajib diperhatikan adalah usia atau waktu terbaik, syarat kesehatan, hingga persiapanya.

Soal usia yang tepat untuk sterilisasi, sebaiknya kucing disterilisasi sebelum memasuki fase birahi.

Tujuannya, agar memori kebiasaan saat kucing birahi (seperti mengeong keras dan spraying atau menyemprotkan urine sembarangan) tidak terbawa atau terulang nanti ketika sudah disterilisasi.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Hewan (Drh) Frengky Chandra Parlinda, praktisi hewan kecil dan eksotis di Kauman, Cangakan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Meski begitu, perlu dicatat pula, kucing tidak disarankan untuk sterilisasi di usia yang terlalu dini.

Rekomendasi Untuk Anda

"Usia terbaik adalah sebelum timbul fase birahi, harapannya adalah agar kucing tidak punya memori tingkah laku saat fase birahi tersebut," kata Drh. Chandra kepada Tribunnews.com, Kamis (29/1/2026).

"Namun, juga tidak disarankan untuk dilakukan sterilisasi terlalu dini. Umumnya sterilisasi dilakukan saat umur enam bulan atapun saat testis sudah teraba pada kucing jantan," tambahnya.

Apabila kucing sudah memasuki fase birahi, maka sebaiknya tindakan sterilisasi tidak dilakukan saat kucing sedang birahi berat.

Sehingga, sterilisasi dilakukan setelah birahi mereda.

"Pada kucing yang birahi, sebaiknya tidak dilakukan sterilisasi, sebab apabila dilakukan sterilisasi pada fase birahi, hal ini bisa mengakibatkan ganguan hormonal," tutur Drh. Chandra.

Baca juga: Pentingnya Sterilisasi Kucing, Wujud Cinta Cat-Lovers untuk Anabul Kesayangan

"Selain itu, pada fase birahi pembuluh darah mengalami fase pelebaran di mana risiko pendarahan saat operasi menjadi tinggi," imbuhnya.

Syarat Kesehatan

Drh. Chandra yang membuka Praktik Dokter Hewan Lawu Vet sejak 2021, juga menyebut, disarankan kucing divaksin terlebih dahulu sebelum sterilisasi.

STERILISASI KUCING - Dalam foto: Praktisi hewan kecil dan eksotis Drh. Frengky Chandra Parlinda saat memeriksa pasien kucing bewarna tortie di Praktik Dokter Hewan Lawu Vet, Cangakan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026).
STERILISASI KUCING - Dalam foto: Praktisi hewan kecil dan eksotis Drh. Frengky Chandra Parlinda saat memeriksa pasien kucing bewarna tortie di Praktik Dokter Hewan Lawu Vet, Cangakan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (29/1/2026). (Tribunnews.com/Rizki A.)

Tujuannya untuk melindungi kucing dari risiko penularan penyakit pasca-operasi.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas