Doa Malam Nisfu Syaban yang Membawa Berkah Bagi Umat Islam
Doa malam nisfu Syaban diajarkan oleh ulama-ulama terdahulu. Selain itu, ada amalan sunah lain yang dapat dilakukan pada bulan Syaban.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Ringkasan Berita:
- Doa malam Nisfu Syaban dibaca pada malam 15 Syaban tahun Hijriah atau kalender Islam.
- Para ulama ada yang menganjurkan puasa Nisfu Syaban berdasarkan sebuah hadis.
- Namun, ulama lainnya menilai hadis tersebut dhaif (lemah) dan tidak dapat dijadikan hujah (dalil).
- Tidak ada amalan khusus yang disyariatkan pada bulan Syaban dan muslim boleh melaksanakan amalan sunah seperti pada bulan lainnya.
TRIBUNNEWS.COM - Malam Nisfu Syaban merupakan malam yang diyakini dapat membawa berkah pada tanggal 15 Syaban dalam penanggalan kalender Hijriah atau kalender Islam.
Kementerian Agama Jawa Barat menjelaskan, salah satu peristiwa penting di bulan Sya’ban adalah perpindahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah, sebagaimana diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 144.
Selain itu, Syaban merupakan bulan yang dapat dimanfaatkan untuk melatih diri dengan berpuasa sunah, sebelum menunaikan puasa wajib pada bulan Ramadhan.
Keyakinan bahwa bulan Syaban membawa berkah didasarkan pada hadis:
“Jika ada malam Nishfu Sya’ban maka dirikanlah (ibadahlah) di malamnya dan puasalah di siang harinya.” (HR. Ibnu Majah)
Muhammadiyah berpendapat hadis tersebut dinilai dhaif (lemah) karena salah satu rawinya yang terkenal sebagai pemalsu hadis, sehingga hadis-hadis yang diriwayatkannya tidak dapat dijadikan hujah.
Para ulama berpendapat tidak ada ibadah tertentu yang dikhususkan pada bulan Syaban, namun muslim boleh memanjatkan doa-doa baik dan meningkatkan ibadah sunah selama Syaban, seperti puasa sunah Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh, dan puasa Daud.
Anjuran ini didasarkan pada hadis berikut:
Dari Siti Aisyah ra berkata: “Rasulullah berpuasa hingga kami menyangka Ia berbuka, dan berbuka hingga kami menyangka Ia tidak berpuasa dan aku tidak pernah melihat Rasul menyempurnakan puasanya satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan dan aku tidak pernah melihat Rasul memperbanyak puasanya daripada berpuasa di bulan Sya’ban”. (HR. Muslim dan Bukhari)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam lamannya membagikan bacaan doa yang dapat dibaca pada bulan Syaban sebagai berikut.
Baca juga: Tata Cara & Doa Ziarah Kubur Orang Tua di Bulan Syaban 2026
Doa Malam Nisfu Syaban
اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ. اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِيْ وَحِرْمَانِيْ وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ
Allāhumma yā dzal manni wa lā yumannu ‘alaika yā dzal jalāli wal ikrām, yā dzat thauli wal in‘ām, lā ilāha illā anta zhahral lājīna wa jāral mustajīrīna, wa ma’manal khā’ifīn. Allāhumma in kunta katabtanī ‘indaka fī ummil kitābi asyqiyā’a au mahrūmīna au muqattarīna ‘alayya fir rizqi, famhullāhumma fī ummil kitābi syaqāwatī, wa hirmānī waqtitāra rizqī, waktubnī ‘indaka su‘adā’a marzūqīna muwaffaqīna lil khairāt. Fa innaka qulta wa qaulukal haqq fī kitābikal munzali ‘ala lisāni nabiyyikal mursali “Yamhullāhu mā yasyā’u wa yutsbitu wa ‘indahū ummul kitāb.” Wa shallallāhu ‘alā sayyidinā Muhammadin wa ‘alā ālihī wa shahbihī wa sallama, walhamdulillāḥi rabbil ‘ālamīn.
Artinya: “Wahai Tuhanku yang maha pemberi, Engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemilik kekayaan dan pemberi nikmat. Tiada Tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata-sementara perkataan-Mu adalah benar-di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad, keluarga, beserta sahabatnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
Amalan Sunah di Bulan Syaban
Tidak ada amalan khusus yang disyariatkan pada bulan Syaban, tapi muslim diperbolehkan untuk meningkatkan ibadah sunah, yang juga dapat dilakukan selain di bulan Syaban.
Kementerian Agama Cilacap menyebutkan beberapa amalan sunah yang dapat dilakukan pada bulan Syaban, sebagai berikut.
1. Berdoa
Memperbanyak doa menjadi amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Islam selama bulan Syaban.
Baca tanpa iklan