Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa Taubat Sebelum Ramadhan, Sambut Bulan Suci dengan Hati Bersih

Muslim dapat mengamalkan doa taubat sebelum Ramadhan untuk menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dari dosa dan penyakit batin.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Doa Taubat Sebelum Ramadhan, Sambut Bulan Suci dengan Hati Bersih
Tribunnews.com
DOA TAUBAT - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Rabu (11/2/2026). Muslim dapat mengamalkan doa taubat sebelum Ramadhan untuk menyambut bulan suci dengan hati yang bersih dari dosa dan penyakit batin. 
Ringkasan Berita:
  • Umat Islam akan menyambut Ramadhan 1447 H/2026 M, bulan suci yang penuh keberkahan.
  • Muslim sebaiknya bertaubat dari hal-hal buruk dan memohon ampunan Allah SWT agar dapat memulai Ramadhan dengan hati yang bersih.
  • Amalan yang dapat dilakukan di antaranya berdoa, berdzikir, saling memaafkan sesama muslim, dan melakukan taubat nasuha.

TRIBUNNEWS.COM - Ramadhan merupakan bulan suci yang dinantikan oleh umat Islam.

Ada banyak keberkahan bagi muslim yang beribadah dengan sungguh-sungguh di bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah radliyallahu 'anh beliau berkata, bahwa Rasulullah Saw bersabda: "Sungguh telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, yang mana pada bulan tersebut Allah SWT mewajibkan kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu, pintu-pintu langit dibuka, sementara pintu-pintu neraka ditutup serta syaitan-syaitan dibelenggu." (HR. Tirmidzi)

Muslim dapat melaksanakan taubat nasuha dan memohon ampunan Allah atas dosa-dosa sebelum beribadah di bulan suci Ramadhan, sebagaimana dijelaskan Dinas Syariat Islam Aceh.

Taubat nashuha harus diupayakan sebelum memasuki Ramadhan, agar saat memasuki bulan mulia itu dosa telah diampuni oleh Allah SWT, karena dosa adalah penghalang untuk mendapatkan kebaikan yang lebih besar lagi.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Kementerian Agama menyebutkan doa taubat.

Doa Taubat Sebelum Ramadhan

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allāhumma anta rabbī, lā ilāha illā anta, khalaqtanī wa anā ‘abduka, wa anā ‘alā ‘ahdika wa wa‘dika mastatha‘tu, a‘ūdzu bika min syarri mā ṣana‘tu, abū’u laka bini‘matika ‘alayya, wa abū’u bidzanbī, faghfir lī, fa innahū lā yaghfirudz-dzunūba illā anta.

Rekomendasi Untuk Anda

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Engkau telah menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan perbuatanku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.” (HR. Bukhari).

Baca juga: Tata Cara Sholat Taubat dan Bacaannya, Ikhtiar Memohon Ampunan Allah

Doa Taubat Nabi Yunus

لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka innii kuntu minazh-zhaalimiin.

Artinya: "...Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim". (QS. Al-Anbiya: 87)

Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ، الْحَيُّ الْقَيُّومُ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaahal 'azhiim, alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi. 

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan kecuali Dia yang Maha Hidup lagi Maha Tegak, aku bertaubat (kembali) kepada-Nya". 

Doa Melihat Hilal Ramadhan

اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْيُمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ

Allāhumma ahillahu ‘alaynā bil-yumni wal-īmān, was-salāmati wal-islām, rabbī wa rabbuka Allāh.

Artinya: “Ya Allah jadikanlah hilal (bulan) ini bagi kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.” (HR. Tirmidzi)

Amalan Menyambut Ramadhan

Ada amalan baik yang dapat dikerjakan oleh muslim yang ingin menyambut Ramadhan dalam kondisi dan cara yang baik.

DSI Aceh menjelaskan, muslim dapat berdoa, bertaubat, hingga saling memaafkan untuk menyambut Ramadhan.

1. Berdoa

Menyambut Ramadhan sebaiknya diawali dengan doa sebagai wujud harapan terdalam seorang hamba kepada Allah SWT.

Setiap mukmin tentu mendambakan kesempatan untuk kembali bertemu Ramadhan, karena bulan ini adalah ladang pahala dan momentum perbaikan diri yang tidak ternilai.

Para ulama salaf terdahulu bahkan telah menyiapkan hati mereka jauh sebelum Ramadhan tiba. 

Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan, para ulama salaf senantiasa memanjatkan doa, “Ya Allah berkahi kami di bulan Rajab dan Sya'ban, dan sampaikan (usia) kami berjumpa Ramadhan”. 

Sampainya seseorang pada bulan Ramadhan dipandang sebagai kebahagiaan besar, sebab di dalamnya terbentang limpahan rahmat, ampunan, dan karunia Allah yang tak terhitung. 

Karena itu, Rasulullah SAW dan para sahabat menyambut Ramadhan dengan suka cita, dan melepas kepergiannya dengan air mata dan rasa kehilangan.

2. Saling Memaafkan

Selain berdoa, menyambut Ramadhan juga menuntut kelapangan dada dalam hubungan sesama manusia. 

Membersihkan hati dari dendam, amarah, dan kebencian merupakan bagian penting dari persiapan ruhiyah agar ibadah Ramadhan dapat dijalani dengan tenang dan khusyuk.

Sikap memaafkan adalah salah satu bentuk tazkiyatun nafs—penyucian jiwa—yang sangat dianjurkan, terlebih menjelang Ramadhan

Dengan saling memaafkan, seorang muslim memasuki bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih lapang. 

Hal ini menjadi fondasi penting agar puasa dan rangkaian ibadah Ramadhan benar-benar bernilai di sisi Allah SWT, karena dilakukan dengan hati yang tulus dan bebas dari penyakit batin.

3. Taubat Nasuha

Amalan penting lainnya dalam menyambut Ramadhan adalah memperbarui taubat dengan sungguh-sungguh.

Taubat nasuha bermakna kembali kepada Allah SWT dengan penuh penyesalan, disertai tekad kuat untuk meninggalkan dosa. 

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa taubat adalah kerja hati, sebuah proses membersihkan jiwa dari noda maksiat yang menghalangi kedekatan dengan Allah.

Ramadhan dikenal sebagai syahrut taubah dan syahrul maghfirah, bulan di mana pintu ampunan dibuka selebar-lebarnya bagi hamba yang ingin kembali kepada-Nya. 

Dari Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Shalat lima waktu, Jum’at ke Jum’at berikutnya dan Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, adalah penghapus dosa di antara keduanya jika dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa Ramadhan adalah momentum besar untuk membersihkan diri, selama seorang hamba sungguh-sungguh menjauhi dosa-dosa besar dan memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT.

Taubat nasuha dapat dilakukan dengan menjalankan sholat taubat dua rakaat dan berniat sungguh-sungguh untuk meninggalkan kemaksiatan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas