Ketombe Ganggu Percaya Diri, Ini Cara Mengatasinya dengan Tepat
Kemunculan ketombe sering kali dipicu oleh hal-hal sederhana dalam keseharian, bukan kondisi medis berat.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Willem Jonata
Ringkasan Berita:
- Ketombe masih menjadi masalah umum yang menimbulkan rasa gatal, tidak nyaman, dan menurunkan kepercayaan diri
- Meski sering dianggap serius, kondisi ini umumnya dipicu faktor sederhana seperti kebersihan, stres, dan keseimbangan kulit kepala
- Perawatan rutin dan tepat dapat membantu mengendalikan ketombe serta menjaga kesehatan kulit kepala.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Masalah ketombe masih menjadi salah satu keluhan rambut yang paling sering dialami masyarakat.
Selain menimbulkan rasa gatal dan tidak nyaman di kulit kepala, kondisi ini juga kerap mengganggu rasa percaya diri dalam aktivitas sehari-hari.
Berbagai studi dermatologi menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen populasi dunia pernah mengalami ketombe pada titik tertentu dalam hidupnya.
Ketombe yang muncul secara tiba-tiba juga sering membuat banyak orang panik. Tidak sedikit yang mengira kondisi ini sebagai tanda masalah kesehatan serius. Padahal, dalam banyak kasus, ketombe bukanlah penyakit berbahaya.
Menurut dokter kulit Jeannette Graf, kulit kepala pada dasarnya sama seperti kulit di bagian tubuh lain yang bisa bereaksi terhadap berbagai perubahan.
Baca juga: Eddi Brokoli Cukur Rambut untuk Korban Banjir Sumatera, Donasi Terkumpul Rp 195 Juta
“Kulit kepala kita seperti kulit di bagian tubuh lain. Ia bereaksi terhadap perubahan kebersihan, hormon, stres, hingga lingkungan,” jelasnya, dikutip Tribunnews dari Allure.
Artinya, kemunculan ketombe sering kali dipicu oleh hal-hal sederhana dalam keseharian, bukan kondisi medis berat.
Penyebab Ketombe yang Sering Terjadi
Salah satu penyebab paling umum adalah kebiasaan jarang mencuci rambut. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan minyak (sebum) dan sel kulit mati di kulit kepala, sehingga memicu pertumbuhan mikroorganisme.
Dokter kulit Heidi Prather menjelaskan bahwa penumpukan minyak dapat mempercepat pertumbuhan flora alami secara berlebihan, termasuk jamur.
“Tidak mencuci kulit kepala dapat menyebabkan penumpukan minyak dan pertumbuhan flora normal yang berlebihan, termasuk ragi bernama Malassezia,” ujarnya.
Jamur Malassezia sendiri sebenarnya hidup secara alami di kulit kepala. Namun, jika jumlahnya meningkat, kondisi ini dapat memicu ketombe.
Di Indonesia, masalah kesehatan kulit kepala masih menjadi perhatian dalam perawatan rambut. Hal ini seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan rambut secara menyeluruh.
Joanie Sutanto, Brand Manager CBD Professional menyebutkan bahwa banyak orang masih berfokus pada perawatan batang rambut, padahal kondisi rambut yang sehat sangat bergantung pada kesehatan kulit kepala.
“Kulit kepala pada dasarnya merupakan bagian dari kulit yang juga membutuhkan perawatan khusus. Jika tidak sehat, misalnya karena penumpukan minyak, sel kulit mati, atau ketidakseimbangan mikroorganisme, masalah seperti ketombe akan lebih mudah muncul,” ujarnya.