Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa Agar Dicabut Kenikmatan Maksiat dan Diberi Nikmat Taat

Orang yang gemar bermaksiat itu bukan karena ia tidak tahu itu salah, tapi karena ia menikmatinya. Berikut doa agar Allah mencabut kenikmatan maksiat.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Doa Agar Dicabut Kenikmatan Maksiat dan Diberi Nikmat Taat
Tribunnews.com
DOA MENGHINDARI MAKSIAT - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Minggu (5/4/2026). Orang yang gemar bermaksiat itu bukan karena ia tidak tahu itu salah, tapi karena ia menikmatinya. Berikut doa agar Allah mencabut kenikmatan bermaksiat dan menjadikan kita orang yang taat. 
Ringkasan Berita:
  • Setiap manusia dapat terjerumus dalam maksiat, yang terkadang membuat taubat terasa berat karena ia masih menikmati dosa.
  • Ibnul Qayyim menjelaskan maksiat berdampak serius bagi manusia, seperti menghalangi ilmu, rezeki, dan menjauhkan hati dari Allah.
  • Islam juga mengingatkan berbagai dosa besar seperti syirik, durhaka kepada orang tua, hingga zina yang memiliki konsekuensi berat di dunia dan akhirat.

TRIBUNNEWS.COM - Setiap manusia pasti pernah berbuat dosa dan bahkan banyak yang terjerumus dalam kemaksiatan.

Terkadang, sulit bagi seseorang untuk meninggalkan perbuatan maksiat, bukan karena tidak tahu itu salah, tapi karena dia masih menikmati kemasiatan itu.

Bimas Islam Kemenag menjelaskan bahwa selama hati seseorang masih merasakan nikmatnya dosa, maka langkahnya untuk bertaubat akan selalu berat.

Bimas Islam mengingatkan agar setiap manusia tidak hanya berdoa agar dijauhkan dari maksiat, tapi juga berdoa agar nikmatnya bermaksiat diganti dengan manisnya ketaatan kepada Allah SWT.

Mengutip laman resmi Bimas Islam, berikut doa yang dapat dipanjatkan agar Allah SWT mencabut kenikmatan bermaksiat.

Doa Agar Dicabut Kenikmatan Maksiat

اللَّهُمَّ حَرَّمْ عَلَى لَذَّةَ مَعْصِيَتِكَ وَارْزُقْنِي لَذَّةَ طَاعَتِكَ

Allahumma harrim 'alayya ladzzata ma shiyatika, warzuqni ladzzata tho atika.

Artinya: "Ya Allah, haramkan atasku rasa nikmat dalam bermaksiat kepada-Mu, dan karuniakan aku rasa nikmat dalam ketaatan kepada-Mu."

Baca juga: Malaikat Munkar Nakir, Siksa Kubur, dan Dosa-dosa yang Menjadi Penyebabnya

Doa Penghapus Dosa Sebelum Tidur

اللّٰهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، سُبْحَانَ اللّٰهِ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ

Rekomendasi Untuk Anda

Laa llaaha Illallah wahdahu Iaa syariika Iah Iahul mulku walahul hamdu wahuwa 'ala kulli syai-in qodiir. Laa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil adzhiim. Subhaanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallaahu Allaahu akbar

Artinya: “Tidak ada Tuhan selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung. Maha Suci Allah, Segala Puji Bagi Allah, Tiada Tuhan Selain Allah, Allah Maha Besar."

Dampak Kemaksiatan

Dalam buku Ad-Daa' wad Dawaa', Ibnul Qayyim, seorang ulama besar Islam ahli tafsir, hadis, fikih, akidah, dan tasawuf, menjelaskan beberapa dampak perbuatan maksiat dan dosa.

Menurut Ibnul Qayyim, perbuatan maksiat bukan sekadar pelanggaran terhadap perintah Allah, tetapi juga memiliki dampak serius bagi kehidupan manusia, baik secara spiritual, mental, maupun sosial.

Ia menjelaskan bahwa dosa dapat merusak hati, menghalangi kebaikan, serta menjauhkan seseorang dari keberkahan hidup jika tidak segera disadari dan ditinggalkan.

1. Menghalangi masuknya ilmu

Maksiat membuat hati menjadi gelap sehingga sulit menerima ilmu. Ilmu sejati adalah cahaya dari Allah, dan cahaya itu tidak akan menetap dalam hati yang dipenuhi dosa.

2. Menghambat datangnya rezeki

Perbuatan dosa dapat menjadi sebab tertutupnya pintu rezeki. Rezeki yang diperoleh pun bisa kehilangan keberkahan.

3. Membuat hati jauh dari Allah

Hati menjadi keras dan sulit berdzikir. Akibatnya, seseorang kehilangan rasa dekat, takut, dan harap kepada Allah.

4. Merusak hubungan sosial

Pelaku maksiat cenderung dijauhi orang-orang saleh, kehilangan kepercayaan, serta lebih dekat dengan lingkungan yang buruk.

5. Mendatangkan kesulitan hidup

Dosa menyebabkan berbagai urusan terasa berat, melemahkan fisik dan mental, serta menghadirkan banyak hambatan dalam kehidupan.

6. Menghilangkan keberkahan hidup

Maksiat tidak hanya mengurangi kebaikan, tetapi juga menghilangkan keberkahan umur dan amal.

7. Menimbulkan dosa yang berkelanjutan

Satu dosa dapat memicu dosa lainnya. Jika terus dilakukan, hati bisa menjadi tertutup dan semakin sulit kembali ke jalan yang benar.

Dosa-dosa Besar

Mengutip buku Bukan Dosa Ternyata Dosa karya Abduh Al Baraq dan Segala Dosa Besar dan Kecil Penyebab Siksa Kubur karya Najamuddin Muhammad, disebutkan beberapa dosa besar.

1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT)

Syirik adalah dosa paling besar karena seseorang menyandarkan ibadah, harapan, atau keyakinannya kepada selain Allah SWT.

Bentuknya bisa beragam, seperti mempercayai dukun, ramalan, atau menganggap benda tertentu memiliki kekuatan gaib.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya,” (QS. An Nisaa: 48).

"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga,” (QS. Al Maidah: 72).

2. Berputus Asa dari Rahmat Allah SWT

Putus asa dari rahmat Allah termasuk dosa besar karena menunjukkan hilangnya harapan terhadap ampunan dan pertolongan-Nya.

Sikap ini seakan-akan meragukan luasnya kasih sayang Allah.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir,” (QS. Yusuf: 87).

3. Merasa Aman dari Azab Allah SWT

Merasa diri pasti selamat dari azab Allah adalah bentuk kelalaian dan kesombongan.

Sikap ini membuat seseorang meremehkan dosa dan tidak takut terhadap hukuman Allah.

“Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi,” (Al A’raaf: 99)

4. Durhaka kepada Orang Tua

Durhaka kepada orang tua merupakan dosa besar karena bertentangan dengan perintah Allah untuk berbakti kepada mereka. 

Orang tua telah berjuang besar dalam membesarkan anak, sehingga wajib dihormati dan disayangi.

“Kami wasiatkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua puluh bulan. Sehingga apabila ia telah dewasa dan mencapai umur empat puluh tahun, ia berdoa: ‘Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku dapat berbuat kebajikan yang Engkau ridai; dan perbaikilah keturunanku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’” (QS. Al-Ahqaf: 15)

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya, Allah mengharamkan atas kamu durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yang bukan haknya, membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci orang yang terlalu banyak bicara, banyak bertanya, demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)." (HR Bukhari)

5. Membunuh

Menghilangkan nyawa seseorang tanpa hak adalah dosa besar dalam Islam. Perbuatan ini melanggar hak hidup yang diberikan Allah dan memiliki konsekuensi berat di akhirat.

Allah SWT berfirman: “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya,” (An Nisaa: 93).

6. Menuduh Wanita Baik-baik Berzina

Menuduh wanita yang menjaga kehormatannya berzina tanpa bukti merupakan dosa besar karena dapat merusak nama baik dan kehidupan seseorang.

“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,” (An Nuur: 23)

Rasulullah SAW mengingatkan setiap muslim mengenai perkara yang dapat menghancurkan keimanan seseorang.

Rasulullah SAW bersabda, "Jauhilah tujuh perkara yang menghancurkan, yakni menyekutukan Allah, melakukan sihir, membunuh tanpa hak, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari perang, dan menuduh wanita mukmin berbuat zina." (HR. Bukhari Muslim)

7. Memakan Riba

Riba adalah tambahan yang diambil secara tidak adil dalam transaksi, sehingga merugikan pihak lain.

Perbuatan ini dilarang karena mengandung unsur ketidakadilan dan penindasan.

Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman janganlah engkau memakan riba dengan berlipat ganda," (QS. Ali-Imran: 130)

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila,” (QS. Al Baqarah: 275).

8. Lari dari Medan Pertempuran

Melarikan diri dari medan perang tanpa alasan yang dibenarkan merupakan dosa besar karena menunjukkan ketidaktaatan dan melemahkan barisan kaum Muslim.

"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya,” (QS. Al Anfaal: 16).

9. Memakan Harta Anak Yatim

Mengambil atau menyalahgunakan harta anak yatim adalah dosa besar karena mereka adalah golongan yang lemah dan harus dilindungi haknya.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka),” (QS. An Nisaa: 10)

Dalam hadis disebutkan bahwa mengambil hak orang lain sama dengan mengambil bara api neraka.

Dari Ummu Salamah ra., bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya aku hanya seorang manusia biasa. Maka boleh jadi sebagian kamu lebih pandai mengemukakan argumentasinya daripada sebagian yang lain sehingga aku memenangkannya. Maka, barang siapa yang kau putuskan untuknya mendapatkan hak orang muslim lainnya (sesuai argumentasi yang dikemukakannya), itu adalah sepotong api neraka maka biarlah ia membawanya atau meninggalkannya." (HR Bukhari)

10. Berzina

Zina merupakan perbuatan yang sangat dilarang karena merusak kehormatan, merusak tatanan keluarga, dan membawa dampak sosial yang besar.

“Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu,” (QS. Al Furqaan: 68-69).

Adapun hukuman bagi pezina disebutkan di dalam Al-Quran.

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah masing-masing dari keduanya seratus kali. Janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk menjalankan hukum Allah, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekelompok orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nur: 2)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas