Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Doa Nabi Daud As dan Kisah Perang Bersama Bani Israil Melawan Jalut

Nabi Daud As adalah nabi yang diberi kitab Zabur. Beliau merupakan nabi pemberani yang diberi mukjizat mampu membuat baju zirah untuk perang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Doa Nabi Daud As dan Kisah Perang Bersama Bani Israil Melawan Jalut
Tribunnews.com
DOA NABI DAUD - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Selasa (7/4/2026). Nabi Daud As adalah nabi yang diberi kitab Zabur. Beliau merupakan nabi pemberani yang diberi mukjizat mampu membuat baju zirah untuk perang. 

Namun sepeninggal para pemimpin tersebut, Bani Israil sering tidak taat kepada nabi-nabi mereka, bahkan kerap berselisih dan tidak bersatu, sehingga kondisi mereka semakin lemah.

Pada masa Nabi Samuel (Syam’un), keadaan Bani Israil semakin terpuruk karena terdesak oleh Raja Jalut yang zalim dan kuat.

Menyadari kelemahan mereka, para pemuka Bani Israil meminta seorang pemimpin untuk menyatukan mereka dalam peperangan.

Meski awalnya ragu karena sifat mereka yang sering membangkang, Nabi Samuel akhirnya menunjuk Thalut sebagai raja yang akan memimpin mereka melawan Jalut.

Pemilihan Thalut sempat ditolak karena ia bukan dari kalangan terpandang. Namun atas petunjuk Allah, Thalut tetap diangkat menjadi pemimpin.

Dalam perjalanannya menuju medan perang, Thalut menguji pasukannya agar tidak minum air sungai secara berlebihan.

Banyak yang gagal dalam ujian tersebut, sehingga hanya sedikit pasukan yang tersisa untuk melanjutkan perjuangan.

Rekomendasi Untuk Anda

Di antara pasukan itu terdapat Nabi Daud AS, seorang pemuda saleh dan pemberani.

Ketika berhadapan dengan pasukan Jalut yang besar, mereka berdoa memohon kekuatan dan kesabaran kepada Allah.

Dengan izin Allah, pasukan kecil ini akhirnya menang, dan Nabi Daud berhasil mengalahkan Jalut.

Setelah kemenangan itu, Nabi Daud AS diangkat oleh Allah menjadi nabi dan raja.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana, berilmu, dan kuat imannya.

Kisah ini mengajarkan bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh jumlah atau kekuatan semata, tetapi oleh keimanan, kesabaran, dan pertolongan Allah.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sesuai Minatmu
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas