Bukan Lagi Soal Lama Belajar, Ini Cara Baru Bikin Anak Pintar dan Percaya Diri
Banyak orang tua masih berpikir keberhasilan anak ditentukan dari seberapa lama mereka duduk belajar.
Penulis:
Aisyah Nursyamsi
Editor:
Anita K Wardhani
Masih ada anak-anak di berbagai wilayah yang kesulitan mengakses media pembelajaran yang beragam, bahkan fasilitas dasar pendidikan.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Rita Pranawati, menyoroti kondisi tersebut.
“Di beberapa wilayah tersebut, anak-anak masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan serta akses terhadap media pembelajaran yang beragam,” ujar Rita pada kesempatan yang sama.
Kesenjangan ini berdampak langsung pada hasil belajar anak, terutama dalam kemampuan dasar seperti literasi, numerasi, dan sains.
Akibatnya, banyak anak belum bisa mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Peran Rumah Jadi Penentu, Tapi Tidak Semua Punya Kesempatan
Selain sekolah, lingkungan rumah juga memainkan peran penting dalam membentuk cara belajar anak.
Selebritas sekaligus ibu, Ayu Dewi, mengungkapkan bahwa pendekatan belajar di rumah kini perlu lebih interaktif.
“Jadi, di rumah aku ikut mengutamakan proses belajar dua arah yang lebih interaktif, contohnya dengan menerapkan pembelajaran sambil bermain supaya anak-anak dibiasakan berperan aktif dan kritis bertanya,” kata Ayu.
Namun, ia juga menyinggung realita yang sering terabaikan.
“Tapi aku sadar, hal ini adalah sebuah 'kemewahan' yang mungkin belum bisa dirasakan oleh semua anak,” tambah Ayu.
Pernyataan ini menggambarkan bahwa tidak semua keluarga memiliki akses atau sumber daya untuk menciptakan pengalaman belajar yang ideal bagi anak.
Belajar Sambil Bermain, Cara Sederhana yang Berdampak Besar
Pendekatan belajar sambil bermain yang diterapkan dalam program ini bukan sekadar membuat suasana lebih santai.
- Lebih dari itu, metode ini membantu anak:
- Lebih aktif bertanya
- Berani mencoba
- Terbiasa berpikir kritis
- Mengembangkan kemampuan sosial dan emosional
Alat pembelajaran yang digunakan pun dirancang khusus untuk bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris, sehingga anak tidak hanya bermain, tetapi tetap belajar secara terarah.
Pendekatan ini juga selaras dengan konsep deep learning—pembelajaran yang meaningful, mindful, dan joyful—yang kini terus didorong dalam sistem pendidikan.
Baca tanpa iklan