Doa Wukuf di Arafah saat Ibadah Haji, Waktu Mustajab Berdoa kepada Allah
Jemaah haji dianjurkan memperbanyak doa ketika wukuf di Arafah karena ini adalah waktu mustajab untuk berdoa kepada Allah.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Labbaika Allāhumma labbaik, labbaika lā syarīka laka labbaik, innal-ḥamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lā syarīka lak.
Artinya: "Aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu, aku sambut panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku sambut panggilan-Mu. Segala puji, kemuliaan, dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."
Salawat:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ
Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā āli sayyidinā Muḥammad.
Artinya: "Ya Allah, limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya."
Doa Setelah Salawat
اللَّهُم إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ سَخْطِكَ
والنَّارِ رَبَّنَا أَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةٌ
وَقِنَا عَذَابَ النَّار
Allāhumma innā nas’aluka riḍāka wal-jannah, wa na‘ūdzu bika min sakhaṭika wan-nār. Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah wa fil-ākhirati ḥasanah wa qinā ‘adzāban-nār.
Artinya: "Ya Allah, kami memohon keridaanMu dan surga, dan kami berlindung pada-Mu dari murkaMu dan siksa neraka Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka."
Makna Wukuf di Arafah
Wukuf di Padang Arafah bukan sekadar berdiam diri secara fisik, tetapi merupakan momen puncak perjalanan spiritual dalam ibadah haji.
Di tempat ini, jutaan manusia dari berbagai latar belakang berkumpul dalam pakaian ihram yang sama, tanpa perbedaan status sosial, seakan menggambarkan kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT.
Kementerian Agama menjelaskan, wukuf menjadi ruang refleksi terdalam, di mana seseorang berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan untuk merenungi diri, menyadari kesalahan, serta memohon ampun dengan penuh kerendahan hati.
Inilah saat manusia kembali mengenali jati dirinya sebagai hamba yang lemah dan bergantung sepenuhnya kepada Sang Pencipta.
Lebih dari itu, Arafah juga mengandung makna “pengenalan” (ma’rifah), yaitu proses mengenal diri yang mengantarkan pada pengenalan kepada Allah SWT.
Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, doa, zikir, dan taubat mengalir tanpa henti, mempertemukan kesadaran kognitif dengan kesadaran spiritual.
Wukuf menjadi titik balik kehidupan, tempat seseorang menata ulang niat, memperbaiki arah hidup, dan memperkuat hubungan dengan Tuhan.
Karena itulah Rasulullah SAW bersabda, “Al-hajju ‘Arafah”, menegaskan bahwa inti haji terletak pada momen kesadaran dan perjumpaan batin yang terjadi di Arafah.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan