Zikir dan Doa Wukuf di Arafah Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW
Jemaah haji dianjurkan untuk memperbanyak doa, zikir, dan memohon ampunan Allah SWT ketika wukuf di Arafah, yang menjadi puncak haji.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Wukuf di Arafah menjadi puncak ibadah haji sekaligus momen terbaik untuk memperbanyak doa, zikir, talbiyah, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
- Selama wukuf, jemaah dianjurkan membaca berbagai zikir seperti tahlil, salawat, istighfar, talbiyah, takbir, Surah Al-Fatihah, Surah Al-Ikhlas, hingga doa khusus wukuf.
- Seluruh bacaan tersebut berisi permohonan ampunan, perlindungan, rezeki halal, ilmu bermanfaat, serta harapan memperoleh husnul khatimah dan keselamatan dunia akhirat.
TRIBUNNEWS.COM - Wukuf di Arafah merupakan salah satu rukun haji yang paling utama dan menjadi puncak perjalanan spiritual bagi jemaah haji.
Pada momen ini, jutaan umat Islam berkumpul di Padang Arafah untuk memperbanyak doa, zikir, talbiyah, dan memohon ampunan kepada Allah SWT dengan penuh kekhusyukan.
Keutamaan wukuf di Arafah bahkan ditegaskan Rasulullah SAW dalam sabdanya, “Al-hajju ‘Arafah” yang berarti “Haji itu adalah Arafah.” (HR. Tirmidzi).
Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan umat Islam untuk banyak berzikir ketika berada di Arafah sebagaimana firman-Nya.
“Kemudian apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram.” (QS. Al-Baqarah: 198).
Karena itu, terdapat sejumlah doa yang dianjurkan dibaca saat memasuki Arafah untuk menjalani wukuf haji.
Mengutip buku Manasik Haji dan Umrah 1447 H/2026 M oleh Kementerian Haji dan Umrah, berikut doa ketika memasuki Arafah.
Ketentuan Wukuf di Arafah
Wukuf di Arafah dilaksanakan setelah khutbah wukuf serta salat Zuhur dan Asar yang dijamak qasar dengan cara taqdim.
Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan wukuf dijalankan dalam suasana penuh ketenangan, kekhusyukan, dan kerendahan hati di hadapan Allah SWT.
Baca juga: Doa Ketika Berangkat ke Arafah untuk Wukuf Bagi Jemaah Haji
Pelaksanaan wukuf dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri dengan memperbanyak zikir, istighfar, salawat, dan doa sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Dalam pelaksanaannya, wukuf tidak mensyaratkan jemaah berada dalam keadaan suci dari hadas besar ataupun kecil.
Karena itu, jemaah perempuan yang sedang haid atau nifas tetap dapat mengikuti wukuf bersama jemaah lainnya di tenda Arafah.
Sementara itu, jemaah yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit atau KKHI tetap dapat menjalankan wukuf melalui program safari wukuf apabila kondisi mereka memungkinkan untuk dibawa ke Arafah.
Doa Ketika Masuk Arafah
اللَّهُمَّ إِلَيْكَ تَوَلَّحْتُ وَبِكَ اعْتَصَمْتُ ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْت.ُ
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ تُبَاهِي بِهِ اليَوْمَ مَلَائِكَتَكَ إِنَّكَ عَلَى
كُلِّ شَيْءٍ قَدِير
Allāhumma ilaika tawajjahtu, wa bika i‘taṣamtu, wa ‘alaika tawakkaltu. Allāhumma ij‘alnī mimman tubāhī bihi al-yauma malāikataka, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.
Artinya: "Ya Allah, hanya kepada-Mu aku menghadap, hanya dengan-Mu aku berpegang teguh dan kepada-Mu aku berserah diri. Ya Allah, jadi kanlah aku di antara orang yang hari ini Engkau banggakan di hadapan Malaikat-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Baca tanpa iklan