Doa di Hijir Ismail, Tempat Mustajab Berdoa di Sisi Ka’bah
Muslim yang tawaf ketika menunaikan haji/umrah disunahkan untuk berdoa di Hijir Ismail, yaitu lengkungan Kabah yang dianggap tempat mustajab berdoa.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nanda Lusiana Saputri
Ringkasan Berita:
- Hijr Ismail adalah area setengah lingkaran di samping Ka’bah yang diyakini sebagai bagian dari bangunan asli Ka’bah pada masa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sehingga memiliki kemuliaan tinggi.
- Rasulullah SAW bersabda bahwa shalat di Hijir Ismail sama dengan shalat di dalam Ka’bah, sehingga menjadi tempat mustajab untuk berdoa.
- Di tempat ini tidak ada doa khusus, namun dianjurkan memperbanyak doa sebagaimana doa yang diajarkan para ulama.
TRIBUNNEWS.COM - Hijir Ismail merupakan area berbentuk setengah lingkaran yang berada di samping Ka’bah dan dibatasi tembok rendah.
Tempat ini memiliki keistimewaan tersendiri karena termasuk bagian dari Ka’bah yang dahulu berada dalam bangunan asli yang dibangun Nabi Ibrahim AS bersama putranya, Nabi Ismail AS.
Karena itu, banyak jamaah memanfaatkan Hijir Ismail sebagai tempat untuk memperbanyak ibadah, terutama shalat dan doa.
Keutamaan Hijir Ismail juga disebutkan dalam hadis riwayat Aisyah RA.
Ketika Aisyah ingin melaksanakan shalat di dalam Ka’bah, Rasulullah SAW bersabda: “Shalatlah di Hijir, karena sesungguhnya Hijir itu termasuk bagian dari Ka’bah.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Hijir Ismail memiliki kemuliaan yang sangat besar.
Tak heran jika tempat ini sering dipenuhi jamaah yang memanjatkan doa dengan penuh harap dan kekhusyukan kepada Allah SWT.
Meski tidak ada doa khusus yang diwajibkan, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak doa terbaik di tempat mulia tersebut karena termasuk lokasi yang mustajab untuk bermunajat kepada Allah SWT.
Mengutip Al-Adzkar An-Nawawiyah oleh Imam Nawawi, berikut doa yang bisa dibaca saat berada di Hijir Ismail.
Baca juga: Doa Setelah Salat Sunat Mutlak di Hijir Ismail saat Haji/Umrah
Doa di Hijir Ismail
اللَّهُمَّ يَا رَبِّ أَتَيْتُكَ مِنْ شُقَّةٍ بَعِيدَةٍ مُؤَمِّلًا مَعْرُوفَكَ، فَأَوْلِنِي مَعْرُوفًا مِنْ مَعْرُوفِكَ تُغْنِينِي بِهِ عَنْ مَعْرُوفِ مَنْ سِوَاكَ يَا مَعْرُوفًا بِالْمَعْرُوفِ
Yaa rabbi ataituka min syuqqatim ba’iidatim muammilan ma’rufaka fa anil nii ma’ruufam min ma’rufika tughniinii bi hii ‘an ma’’ruufi man siwaaka yaa ma’ruufan bil ma’ruuf.
Artinya: “Ya Allah, Aku mendatangi-Mu dari negeri yang jauh mengharapakn kebaikan-Mu, maka berikanlah kepadaku kebaikan dari kebaikan-Mu yang mencukupi aku dari kebaikan selain-Mu wahai Zat pemberi kebaikan.”
Hijir Ismail
Hijir Ismail adalah area berbentuk setengah lingkaran di sisi utara Ka’bah yang dibatasi tembok rendah setinggi dada orang dewasa. Kata “hijir” berarti tempat yang dibatasi atau diberi pelindung.
Dalam sejarahnya, Hijir Ismail diyakini merupakan bagian dari bangunan asli Ka’bah pada masa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Namun ketika Ka’bah direnovasi oleh kaum Quraisy sekitar tahun 606 M, bangunannya diperkecil karena keterbatasan biaya sehingga area Hijir Ismail berada di luar bangunan Ka’bah seperti sekarang.
Karena termasuk bagian dari Ka’bah, shalat di Hijir Ismail memiliki keutamaan seperti shalat di dalam Ka’bah.
Baca tanpa iklan