Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Lifestyle
LIVE ●

Cara Masak Daging Kurban Agar Empuk dan Tidak Alot, Ini Tips Lengkapnya

Secara ilmiah, daging kurban memiliki tekstur yang lebih keras karena mengalami proses rigor mortis setelah hewan disembelih. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cara Masak Daging Kurban Agar Empuk dan Tidak Alot, Ini Tips Lengkapnya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
HEWAN KURBAN - Petugas memotong daging hewan kurban di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Rabu (27/5/2026). Secara ilmiah, daging kurban memiliki tekstur yang lebih keras karena mengalami proses rigor mortis setelah hewan disembelih. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Ringkasan Berita:
  • Daging kurban perlu diolah dengan teknik yang tepat agar tidak alot dan tetap empuk saat dimasak.
  • Menurut Departemen Ilmu Gizi Universitas IPB, penggunaan bahan alami seperti daun pepaya dan nanas efektif membantu melunakkan daging.
  • Teknik seperti diamkan daging sebelum dimasak, slow cooking, dan memotong melawan serat dapat meningkatkan hasil masakan daging kurban.

TRIBUNNEWS.COM - Ibadah kurban merupakan salah satu amalan penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha

Pada tahun 2026, Idul Adha diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, di mana umat Islam menyembelih hewan ternak sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus berbagi kepada sesama. 

Hewan yang dikurbankan umumnya berupa kambing, sapi, atau unta yang memenuhi syarat syariat.

Daging kurban sendiri adalah bagian dari hewan sembelihan yang kemudian diolah menjadi berbagai hidangan khas, mulai dari gulai, sate, rendang, hingga sop. 

Namun, mengolah daging kurban tidak bisa dilakukan sembarangan karena teksturnya cenderung lebih padat dan bisa menjadi alot jika tidak diolah dengan teknik yang tepat.

Dalam Islam, kurban berasal dari kata qurban yang berarti “dekat”, yaitu sebuah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, dikutip dari baznas.go.id.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih dari sekadar menyembelih hewan, kurban juga bermakna pengorbanan, keikhlasan, dan ketundukan seorang hamba. 

Kurban bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga simbol spiritual yang sangat dalam. 

Ia mengajarkan umat Islam untuk menyingkirkan sifat egois dan menggantinya dengan keikhlasan. 

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi dasar utama ibadah ini, yang menunjukkan kepatuhan total kepada perintah Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hajj ayat 37:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

Baca juga: Tempat Terbaik Untuk Menyembelih Hewan Kurban Idul Adha

Artinya, esensi kurban bukan pada dagingnya, tetapi pada ketakwaan dan niat yang tulus. 

Namun, setelah kurban dibagikan, masyarakat juga dituntut untuk mengolahnya dengan benar agar manfaatnya benar-benar optimal.

Secara ilmiah, daging kurban memiliki tekstur yang lebih keras karena mengalami proses rigor mortis setelah hewan disembelih. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas