Tribun

Pemilu 2024

Strategi Bawaslu Cegah dan Tangani Informasi Hoaks Pemilu 2024

Bawaslu merancang konsep komunitas digital untuk mengawasi pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Strategi Bawaslu Cegah dan Tangani Informasi Hoaks Pemilu 2024
Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow
Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) Lolly Suhenty ditemui usai hadiri diskusi publik di Kantor FORMAPPI (Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia) Jakarta, Kamis (18/7/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merancang konsep komunitas digital untuk mengawasi pelaksanaan Pemilu Serentak 2024.

Adapun komunitas digital pengawasan partisipatif Pemilu Serentak 2024 ini akan diisi berbagai pihak untuk mencegah dan menangani disinformasi dunia digital yang berkaitan dengan kepemiluan.

"Proyeksi pemilih muda sangat tinggi, potensi hoaks juga sangat tinggi. Salah satu cara adalah memastikan seluruh daya untuk menguatkan kerja pengawasan Bawaslu kepada publik," kata Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty dalam keterangannya, Selasa (13/9/2022).

Beberapa langkah yang nantinya ditempuh komunitas digital ini adalah memblok disinformasi, politisasi SARA dan hoaks.

Baca juga: Cegah Data Pemilu Diretas, DPR Segera Panggil BSSN, Menkominfo, KPU, dan Tim Siber Polri

Bawaslu juga akan melibatkan berbagai stakeholder lembaga negara seperti Kemenkominfo, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), organisasi jurnalis hingga pemerhati kepemiluan.

"Kita harus memikirkan bagaimana caranya komunitas digital ini sekali tekan tombol, semua jejaring bergerak," kata Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas ini.

Tujuan pembentukan ini yakni memperkuat kemampuan para pihak dalam mendeteksi, menganalisis, mengungkap disinformasi, kemudian menguatkan respons dan penanganan yang terkoordinasi, serta memperkuat komunikasi antara pihak, dan meningkatkan literasi pemilih terhadap disinformasi.

Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas