Tribun

Pilpres 2024

Pengamat Nilai Figur Capres Harus Miliki Karakter Kepemimpinan yang Kuat

Direktur Eksekutif Simetris Research and Consulting, Aher Budiantoro menilai, figur capres dalam Pemilu 2024 memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Penulis: Chaerul Umam
Editor: Whiesa Daniswara
zoom-in Pengamat Nilai Figur Capres Harus Miliki Karakter Kepemimpinan yang Kuat
Istimewa
Direktur Eksekutif Simetris Research and Consulting Aher Budiantoro. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif Simetris Research and Consulting, Aher Budiantoro menilai, keberhasilan Indonesia dalam memimpin forum G20 perlu dicermati sebagai bagian dari upaya pemerintah Indonesia memainkan perannya dalam percaturan ekonomi global, di tengah kondisi perekonomian dunia yang sedang tidak baik-baik saja akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

Aher pun mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam forum G20 karena telah berhasil menyatukan pandangan negara-negara anggota yang berbeda kepentingan menghasilkan deklarasi para pemimpin (leader's declaration), dan itu menjadi kali pertama sejak Rusia memulai operasi militernya di Ukraina pada Februari 2022.

“Dalam konteks ini, sumbangsih yang telah dilakukan Indonesia sangat penting, mengingat ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina ini semakin menambah beban dunia dalam upaya pemulihan ekonomi global, termasuk Indonesia,” kata Aher dalam keterangannya, Jumat (2/12/2022).

Aher mengatakan bahwa Indonesia tak lama lagi akan menghadapi tahun politik, yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2024. 

Menurutnya, momentum kepemimpinan Indonesia dalam forum G20 ini jangan sampai terhenti di tengah jalan, mengingat tantangan dunia ke depan akan semakin berat.

Baca juga: Didukung PAN Jateng Jadi Capres 2024, Ganjar: Biarlah Para Ketua Umum yang Bicara dan Menentukan

“Belum ada pihak yang bisa menjamin kapan ketegangan geopolitik antara Rusia-Ukraina ini akan mereda, sehingga kondisi ini akan membuat pemulihan ekonomi global maupun nasional akan terus berada dalam ketidakpastian,” ujarnya.

Untuk itu, Aher menilai figur capres dan cawapres yang bertarung dalam Pemilu 2024 nanti, adalah figur-figur yang memiliki karakter kepemimpinan yang kuat dan memahami betul tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia ke depan dengan segala kompleksitasnya.

Jika menyelisik hasil survei terbaru yang dirilis Skala Survei Indonesia (SSI) yang digelar pada 6-12 November 2022 lalu berjudul ‘Dampak Ketegangan Global Terhadap Keamanan Indonesia’, ada sekitar 17,9 persen responden yang setuju dengan penyataan bahwa perang antara Rusia melawan Ukraina akan berdampak pada keamanan Indonesia. 

Sementara sebanyak 12,8% mengatakan konflik tersebut tidak akan berdampak pada keamanan Indonesia.

Adapun alasan responden yang memilih pernyataan bahwa konflik Rusia-Ukraina akan berpengaruh terhadap keamanan Indonesia antara lain karena: Berdampak ke ekonomi (25,1%); Semua negara ikut merasakan akibat perang termasuk Indonesia (14,4%); Berdampak ke harga minyak (8,8%); dan Bisa terjadi perang dunia (6,5%).

Baca juga: Respons Zulhas Sikapi PAN Jateng Dukung Ganjar Capres 2024: Hampir Semua Wilayah Begitu Suaranya

Terkait hasil survei SSI tersebut, Aher menilai kekhawatiran publik mengenai dampak konflik antara Rusia dengan Ukraina terhadap prospek ekonomi nasional ke depannya cukup beralasan. 

Menurutnya, yang paling berbahaya dalam perang antara Rusia dan Ukraina itu adalah menajamnya eskalasi konflik yang berpotensi menyeret negara-negara lain, seperti Amerika Serikat dan NATO yang mendukung penuh militer Ukraina, sehingga cakupan perang akan menjadi jauh lebih besar, bahkan tidak menutup kemungkinan digunakannya senjata pemusnah massal (nuklir).

"Kalau sampai pecah perang dengan cakupan yang lebih luas, sudah bisa dipastikan suplai dan distribusi komoditas global, baik pangan dan energi akan terhenti secara drastis, dan itu akan sulit kita kembalikan ke titik normal dalam kurun waktu 1-2 tahun ke depan,” ujarnya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas