Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Pengamat Desak Usut Tuntas Dugaan KPUD Diancam Manipulasi Verifikasi Parpol Lolos Pemilu

Herry Mendrofa menyoroti dugaan terjadinya ancaman terhadap Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) selama proses verifikasi faktual di daerah.

Penulis: Naufal Lanten
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Pengamat Desak Usut Tuntas Dugaan KPUD Diancam Manipulasi Verifikasi Parpol Lolos Pemilu
Rizki Sandi Saputra
Suasana rapat pleno KPU RI bersama para pimpinan KPU Provinsi serta para perwakilan 18 Partai Politik calon peserta Pemilu 2024 yang dipimpin oleh Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari, di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Rabu (14/12/2022). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Naufal Lanten

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik Herry Mendrofa menyoroti dugaan terjadinya ancaman terhadap Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) selama proses verifikasi faktual di daerah.

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) ini menilai jika hal itu terjadi maka telah melukai demokrasi serta mencoreng marwah lembaga penyelenggara pemilu.

Sebab, kata dia, hal ini bisa memicu diskursus liar, opini negatif dan asumsi pelemahan lembaga penyelenggara pemilu jika tidak diusut tuntas.

“Dugaan ancaman ini harus diusut tuntas. Ada pertaruhan nama baik penyelenggara Pemilu sehingga perlu dibuat transparan agar tak ada praduga, diskursus liar atau opini negatif,” kata Herry Mendrofa, Kamis (22/12/2022).

Baca juga: Proyeksi Geopolitik 2023: Masuk Tahun Pemilu, Perpecahan Dua Kubu di 2019 Harus Diselesaikan

Dia pun mendorong agar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

“Ya harus bertindak semestinya DKPP segera merespons hal ini agar tak jadi bola liar juga,” kata Herry.

Berita Rekomendasi

Di sisi lain Herry juga menyayangkan jika dugaan tersebut benar.

Sebab KPU RI bisa saja menjadi lembaga yang nantinya kurang dipercaya termasuk dengan hasil Pemilu 2024.

“Jika ini benar ya, dugaan ini tak diluruskan dan itu arahnya benar maka saya kira KPU dan mungkin lembaga lainnya akan mendapat distrust, dan Pemilu 2024 berpotensi cacat hukum dan konstitusi,” ujarnya.

Disamping itu, Herry meminta DPR RI juga tak tinggal diam karena KPU RI dan penyelenggara Pemilu lainnya adalah produk keputusan dari lembaga legislatif tersebut.

“Setidaknya ada tanggungjawab moril dari DPR RI lah, utamanya Komisi II, jangan diam-diam saja dan anggap hal ini biasa saja, mesti tegak lurus dan konsisten pada aturan main, bisa bahaya demokrasi kita kedepannya,” tuturnya.

Untuk diketahui, kabar Anggota Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) disebut diancam sehingga melakukan manipulasi data dalam proses verifikasi faktual partai politik (Parpol) peserta Pemilu 2024.

Hal itu diungkapkan Anggota KPU RI periode 2012-2017, Hadar Nafis Gumay dalam sebuah diskusi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (16/12/2022).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas