Target Partai Ummat: Tidak Hanya Tembus Parliamentary Threshold, Tapi Juga Jadi Desicion Maker
Partai Ummat ungkap target di pemilihan umum 2024 di antaranya melewati ambang batas perolehan suara atau Parliamentary Threshold (PT) 4 persen.
Penulis: Ibriza Fasti Ifhami
Editor: Theresia Felisiani

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Ummat ungkap target di pemilihan umum (Pemilu) 2024 nanti.
Ketua Umum Partai Ummat, Ridho Rahmadi, mengatakan target utama partainya, yakni melewati ambang batas perolehan suara atau Parliamentary Threshold (PT) 4 persen.
"Untuk itu kami menargetkan bisa masuk dengan dua digit. Kami berharap bisa tiga besar," kata Ridho Rahmadi, dalam siaran YouTube Republik Merdeka TV, Kamis (26/1/2023).
Selain itu sebagai target lainnya, Ridho Rahmadi berharap Partai Ummat tidak menjadi parpol yang sekadar ikut-ikutan.
"Target kami insya Allah tidak hanya 4 persen. Jadi kami berharap nanti masuk Senayan itu 2024, tidak hanya sebagai partai yang hanya follow (ikut) saja," ucap Ridho Rahmadi.
"Masuk hanya sekadar masuk. Kemudian hanya mengikuti. Setuju, setujunya hanya angkat tangan. Tidak, insya Allah," jelasnya.
Kata Ridho Rahmadi, Partai Ummat juga ingin menjadi desicion maker atau pembuat keputusan.
"Jadi juga ingin jadi playmaker, jadi desicion maker," ujarnya.
Baca juga: Selain PDIP, Dasco Gerindra Ungkap Ide 8 Parpol Parlemen Berkoalisi di Pilpres 2024
Sebelumnya, Ketua Umum (Ketum) Partai Ummat Ridho Rahmadi, mengungkapkan kriteria koalisi yang akan menjadi tempat berlabuh partainya nanti.
Ridho mengatakan, Partai Ummat akan bergabung dengan koalisi yang sama-sama melihat keadilan multidimensional yang terjadi di Indonesia.
"Kita akan berlabuh ke koalisi dimana di situ memang sama-sama ingin melihat keadilan multidimensional di negeri ini," kata Ridho, dalam Republik Merdeka TV, Kamis (26/1/2023).
Ia menuturkan, yang pertama adalah keadilan hukum, yang menurutnya saat ini hukum di Indonesia partisansip.
"Hukum dijadikan alat untuk memilih yang mana mau dibantu dan yang mana tidak dibantu," jelasnya.
Kemudian, kata Ridho, keadilan ekonomi.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.