Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Survei SMRC: PPP dan PAN Terancam Terdepak dari Senayan di 2024

Hasil jajak pendapat dari lembaga survei SMRC menunjukkan PPP dan PAN terancam tak lolos parlemen di 2024.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Survei SMRC: PPP dan PAN Terancam Terdepak dari Senayan di 2024
Kanal Youtube SMRC TV/Gita Irawan
Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat menyampaikan hasil survei SMRC terbaru terkait elektabilitas parpol pada Maret 2023. Hasil jajak pendapat dari lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) terancam tak lolos parlemen di 2024. Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan elektabilitas PPP dan PAN di bawah 4 persen sebagai syarat ambang batas parlemen atau parliamentary threshold. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hasil jajak pendapat dari lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) menunjukkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) terancam tak lolos parlemen di 2024.

Direktur Riset SMRC Deni Irvani mengatakan elektabilitas PPP dan PAN di bawah 4 persen sebagai syarat ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

"PPP 2,4 persen; PAN 1,9 persen; Perindo 1,7 persen; dan PSI 1,1 persen," kata Deni dalam rilis surveinya dikutip pada Senin (20/3/2023).

Menurut Deni, partai-partai lain nonparlemen juga mendapatkan suara di bawah 1 persen.

"Masih ada yang belum tahu atau tidak menjawab 15,3 persen," ujarnya.

Dia menuturkan sejauh ini elektabilitas sebagian besar partai belum pulih jika dibandingkan dengan hasil pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Deni menjelaskan bahwa dibanding hasil Pemilu 2019, dukungan kepada PDIP naik dari 19,3 persen menjadi 23,4 persen.

Rekomendasi Untuk Anda

"Partai lain yang juga cenderung menguat adalah Gerindra dan PKB. Elektabilitas Gerindra sedikit naik dari 12,6 persen menjadi 14,1 persen," ungkapnya.

Baca juga: Cak Imin Klaim Golkar Kian Dekat dengan Koalisi Gerindra-PKB, Begini Kata Golkar 

PKB, kata dia, juga mengalami sedikit penguatan dari 9,7 persen menjadi 10,3 persen.

Sementara, partai-partai lain mendapatkan dukungan lebih rendah dari perolehan Pemilu 2019.

“Elektabilitas sebagian besar partai belum pulih,” ucap Deni.

Deni melanjutkan bahwa tetap terbuka kemungkinan perubahan perolehan suara masing-masing partai.

Hal ini disebabkan oleh masih tingginya publik yang belum menentukan pilihan, yakni 15,3 persen.

“Setiap partai masih punya peluang menaikkan dukungan karena masih ada sekitar 15,3 persen pemilih yang belum menentukan pilihan,” jelasnya.

Baca juga: Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Tertinggi Kedua, Dinilai Faktor Kedekatan Prabowo dan Jokowi

Adapun dari hasil survei SMRC, PDIP tetap menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi 23,4 persen, disusul Gerindra 14,1 persen, PKB 10,3 persen, Golkar 9,1 persen, NasDem 7 persen, Demokrat 5,9 persen, PKS 5,7 persen, PPP 2,4 persen, PAN 1,9 persen, Perindo 1,7 persen, dan PSI 1,1 persen.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas