Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PDIP Tuding Prabowo-Gibran Cerminan Neo-Orde Baru, Minta Mereka Dihadapi

Elite PDIP menuduh pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai cerminan neo-Orde Baru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
zoom-in PDIP Tuding Prabowo-Gibran Cerminan Neo-Orde Baru, Minta Mereka Dihadapi
SURYA/PURWANTO
Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (kiri) bersama Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat (kanan) usai melakukan ziarah ke makam Proklamator RI Ir Soekarno mendampingi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Blitar, Jawa Timur, Jumat (3/11/2023). 

"Memang intervensi?" tanya jurnalis Budiman Tanuredjo yang menjadi pembawa acara.

"Bukti-bukti menunjukkan seperti itu," jawab Djarot.

Politikus PDIP itu menduga pemerintah menggunakan instrumen negara untuk menekan ketua umum parpol.

Akan tetapi, dia tak menyebutkan siapa ketua umum yang dimaksudnya.

Dia juga menyinggung sosok "Pak Lurah" yang dianggapnya melakukan intervensi.

"Dari apa yang saya baca misalnya, seorang Mensesneg menjadi kepanjangan tangan dari Pak Lurah untuk bisa melobi menekan ketum ketum partai. Ini terjadi," katanya.

Baca juga: Respons Ganjar dan Hasto soal Isu Penjegalan Gibran Jadi Cawapres Prabowo

Kartu Truf Sudah Dipegang

Beberapa waktu lalu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga menyatakan adanya tekanan politik demi membuka jalan bagi Gibran.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, Hasto menyebut proses pencalonan Gibran sebagai pembangkangan politik.

"Indonesia negeri spiritual. Di sini moralitas, nilai kebenaran, kesetiaan sangat dikedepankan. Apa yang terjadi dengan seluruh mata rantai pencalonan Mas Gibran, sebenarnya adalah political disobidience terhadap konstitusi dan rakyat Indonesia," kata Hasto dalam keterangan tertulisnya, Minggu, (29/10/2023).

Dia turut menyinggung kartu truf ketua umum partai politik yang telah dipegang.

"Kesemuanya dipadukan dengan rekayasa hukum di MK. Saya sendiri menerima pengakuan dari beberapa ketua umum partai politik yang merasa kartu trufnya dipegang," ujar Hasto. 

"Ada yang mengatakan life time saya hanya harian, lalu ada yang mengatakan kerasnya tekanan kekuasaan," kata dia menambahkan.

Baca juga: Alasan FX Rudy Minta Gibran Kembalikan KTA PDIP dan Undurkan Diri: Agar Tidak Diisukan Main Dua Kaki

(Tribunnews/Febri/Fransiskus Adhiyuda) (Kompas.com/Nicholas Ryan)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas