TPN Ganjar-Mahfud Disarankan Fokus Kampanyekan Program Kerja
Dijelaskannya, PDIP diperkirakan hanya memiliki elektabilitas sekitar 20 persen suara di Pemilu.
Penulis:
Hasanudin Aco
Editor:
Daryono
Setidaknya, lanjut Dedi, Ganjar tidak membawa-bawa Jokowi atau pemerintahan sekarang.
“Karena pemilih itu sudah terpecah pada dua kelompok yaitu kelompok pro pemerintah suaranya ke Prabowo dan pengkritik pemerintah suaranya ke Anies,” papar Dedi.
Jadi kalau pun mengikuti gagasan ataupun meneruskan program pemerintah, Ganjar tetap akan dinilai hanya meniru-niru Jokowi.
“Saya kira iya. Jadi situasinya akan menyulitkan Ganjar,” ungkap dia.
Kalau pun Ganjar ikut bermain dalam isu dinasti, menurut Dedi, juga tidak strategis.
Menurutnya, semua isu yang berkaitan dengan pemerintah Jokowi tetap membuat Ganjar tidak bisa mendapatkan keuntungan.
Justru akan membuat posisi Anies semakin kuat.
Seperti diketahui akhir-akhir ini, Ganjar beberapa kali mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi. Diantaranya Ganjar memberi nilai 5 (merah) untuk penegakan hukum di era Jokowi.
Survei Terbaru
Bulan ini sejumlah lembaga survei mempublikasikan hasil survei capres-cawa[res.
Diantaranya survei dari lembaga Ide Cipta Research & Consulting atau ICRC pada, Selasa (21/11/2023).
Salah satu kesimpulan survei capres terbaru dari ICRC yakni pasangan Anies-Muhaimin memberikan peringatan atau warning kepada Ganjar-Mahfud.
Sementara itu pasangan Prabowo-Gibran masih kokoh sebagai peraih elektabilitas tertinggi dibandingkan 2 pasangan lainnya.
Direktur Eksekutif ICRC Hadi Suprapto Rusli melaporkan bahwa elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran saat ini mencapai 37,3 persen.
Sementara itu, pasangan Ganjar-Mahfud menempati peringkat kedua dengan elektabilitas sebesar 33,5 persen.