Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Medan Apresiasi Mahfud MD yang Berani 'Tabrak' Kasus Ferdy Sambo

Setelah sebelumnya digelar di Surabaya, kali ini Mahfud bertemu warga Medan, Sumatera Utara di Seulawah Kupi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Warga Medan Apresiasi Mahfud MD yang Berani 'Tabrak' Kasus Ferdy Sambo
Ist
Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD. Setelah sebelumnya digelar di Surabaya, kali ini Mahfud bertemu warga Medan, Sumatera Utara di Seulawah Kupi. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3 Mahfud MD kembali berdialog langsung dengan masyarakat melalui program Tabrak, Prof!.

Setelah sebelumnya digelar di Surabaya, kali ini Mahfud bertemu warga Medan, Sumatera Utara di Seulawah Kupi.

Rio, seorang mahasiswa yang hadir di warung kopi tersebut menilai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) itu sebagai menteri yang paling banyak membongkar kasus besar.

“Kami orang Medan senang sekali waktu Prof bongkar kasus Sambo, karena yang dibunuh itu orang Medan (Brigadir Yosua Hutabarat). Kalau tidak ada Prof, aku rasa publik akan menerima informasi mentah-mentah. Cuma Prof yang berani menunjukkan kebenaran kasus itu. Prof bisa ceritakan kenapa bisa seberani dan senabrak itu?” tanya Rio.

Mahfud yang terlihat duduk selama acara pun memilih untuk berdiri ketika menjelaskan kasus Ferdy Sambo.

“Saya berdiri ini, serius ini kalau Sambo,” kata Mahfud diikuti sorakan warga Medan.

Dirinya yang sedang berada di Mekah saat kasus itu menyeruak ke media, tidak percaya dengan laporan-laporan yang diterimanya dari berbagai pihak bahwa kasus tersebut hanya kejadian tembak-menembak.

Rekomendasi Untuk Anda

“Sepertinya sudah ada permainan, maka saya turun tangan. Saya komentar sesudah saya pulang dari Mekah bahwa ini pasti pembunuhan. Saya minta selidiki terus,” kata Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud menyebutkan bahwa kasus Sambo yang sangat luar biasa karena seorang bintang dua membunuh dengan semena-mena.

“Saya berani dan saya tau kalau saya tidak berteriak, kasus itu hilang,” tegasnya.

“Mudah-mudahan ke depannya kita lebih berani untuk mengungkap hal-hal seperti ini karena polisi, TNI, dan kejaksaan adalah alat negara dan alat pemerintah untuk menjamin tegakkan hukum dan keadilan,” tutup Mahfud.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Atas