Penembak Waria Sempat Rampas Motor AG
Para pelaku penembak tiga waria di sepanjang jalan Purworejo Taman Lawang ternyata sempat merampas motor milik seorang pengendara
Penulis:
Vanroy Pakpahan
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Para pelaku penembak tiga waria di sepanjang jalan Purworejo Taman Lawang ternyata sempat merampas motor milik seorang pengendara motor bernama AG.
Motor yang dirampas itu berjenis Kharisma berwarna hitam nomor polisi
B 66xx EJP. Menurut Kapolsek Menteng AKBP Djuwito Purnomo, saat
kejadian itu berlangsung AG memang tengah berada di sekitar lokasi
kejadian perkara.
Saat itulah, lanjut Djuwito mengutip AG, tiba-tiba muncul dua orang mengaku "anggota" dan memeriksa identitasnya.
"Pelaku sempat minta kunci motor, dompet, KTP, dan motornya diambil.
Kemudian AG dibawa dengan motor oleh dua pelaku ke Manggarai dan
diturunkan di sana," jelasnya di Polsek Menteng, Jakarta, Kamis
(10/3/2011).
AG kemudian melapor ke Pos Polisi Manggarai. Namun oleh petugas dirinya disarankan untuk melapor ke Polsek Menteng. Sekelabat berselang, penembakan pun terjadi. Dan sialnya, motor AG turut digunakan oleh para pelaku untuk menjalankan aksinya.
"Motor korban (AG) ditinggal di lokasi (penembakan) karena belum tidak
bisa dinyalakan," ujarnya. Kini Agus, turut diperiksa polisi sebagai saksi dan korban dalam kasus ini.
Motor yang dirampas itu berjenis Kharisma berwarna hitam nomor polisi
B 66xx EJP. Menurut Kapolsek Menteng AKBP Djuwito Purnomo, saat
kejadian itu berlangsung AG memang tengah berada di sekitar lokasi
kejadian perkara.
Saat itulah, lanjut Djuwito mengutip AG, tiba-tiba muncul dua orang mengaku "anggota" dan memeriksa identitasnya.
"Pelaku sempat minta kunci motor, dompet, KTP, dan motornya diambil.
Kemudian AG dibawa dengan motor oleh dua pelaku ke Manggarai dan
diturunkan di sana," jelasnya di Polsek Menteng, Jakarta, Kamis
(10/3/2011).
AG kemudian melapor ke Pos Polisi Manggarai. Namun oleh petugas dirinya disarankan untuk melapor ke Polsek Menteng. Sekelabat berselang, penembakan pun terjadi. Dan sialnya, motor AG turut digunakan oleh para pelaku untuk menjalankan aksinya.
"Motor korban (AG) ditinggal di lokasi (penembakan) karena belum tidak
bisa dinyalakan," ujarnya. Kini Agus, turut diperiksa polisi sebagai saksi dan korban dalam kasus ini.