Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Noe Letto Jadikan Kursi Tenaga Ahli DPN sebagai Lab Eksperimen

Noe Letto merupakan satu dari 12 tenaga ahli yang direkrut DPN berdasarkan Keputusan Ketua Harian DPN Nomor KEP/3/KH/X/2025.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Willem Jonata
zoom-in Noe Letto Jadikan Kursi Tenaga Ahli DPN sebagai Lab Eksperimen
Tribunnews.com/Tangkapan layar YouTube Noe Letto
TENAGA AHLI DPN - Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto buka suara setelah setelah dilantik menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional (TA DPN) pada hari Kamis, (15/1/2026), di Jakarta. 

Ringkasan Berita:
  • Noe melihat jabatannya di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan sebagai ruang laboratorium untuk menguji sebuah framework komunikasi publik
  • Salah satu poin revolusioner yang diusung Noe adalah pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam merumuskan rekomendasi kebijakan. 
  • Noe menegaskan akan mundur dari posisinya DPN jika rekomendasi berbasis datanya hanya berakhir di laci meja

 

TRIBUNNEWS.COM - Musisi Sabrang Mowo Damar Panuluh, yang lebih dikenal sebagai Noe Letto, menegaskan keterlibatannya sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN), bukanlah sebuah langkah politik praktis. 

Alih-alih mengejar karier birokrasi, Noe menyebut posisi ini sebagai sebuah "eksperimen intelektual".

Dalam penjelasannya melalui kanal YouTube Sabrang MDP Official, putra budayawan Cak Nun ini mengungkapkan ambisinya untuk merumuskan ulang pola interaksi antara pejabat negara dan masyarakat yang selama ini dianggap masih belum ideal.

Noe melihat jabatannya di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan sebagai ruang laboratorium untuk menguji sebuah framework komunikasi publik. 

Baca juga: Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN, Noe Letto Bantah Berada di Bawah Bahlil dan Gibran

Ia merasa terpanggil untuk terjun langsung karena selama ini jarang ada pihak yang mau melakukan pendekatan saintifik dalam tata kelola interaksi tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

“Ada satu eksperimen dengan pejabat untuk membuat framework bagaimana seharusnya pejabat berinteraksi dengan masyarakat. Karena tidak ada yang mau melakukan, ya wis yo tak mangkat (ya sudah saya berangkat) eksperimen,” ujar Noe, dikutip Jumat (23/1/2026).

Salah satu poin revolusioner yang diusung Noe adalah pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) dalam merumuskan rekomendasi kebijakan. 

Baginya, data harus menjadi panglima agar keputusan strategis nasional tidak didominasi oleh bias emosional atau kepentingan kelompok tertentu.

“Yang mengolah data itu AI, sehingga ‘jembatan’ pengambilan keputusan bisa dibersihkan dari emosional,” ucapnya. 

Dengan cara ini, ia berharap rekomendasi yang diberikan kepada negara benar-benar objektif dan berbasis realitas lapangan.

Ogah 'Manut' Partai, Pilih Jalur Independen Noe secara terbuka menyatakan alasannya menghindari jalur partai politik untuk masuk ke pemerintahan. Ia menilai kursi Tenaga Ahli (TA) memberikan ruang independensi yang jauh lebih luas dan bebas dari intervensi kepentingan politik elektoral.

“Kenapa posisi TA tepat? Itu jauh lebih enak daripada posisi masuk lewat partai, karena nanti kamu patuh sama partai,” tegas Noe.

Mundur dalam Setahun

Meski baru dilantik oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pada 15 Januari 2026 lalu, Noe tidak memiliki beban untuk meninggalkan jabatan tersebut. 

Ia menegaskan tidak akan bertahan jika kehadirannya hanya bersifat simbolik atau jika rekomendasi berbasis datanya hanya berakhir di laci meja.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas