Polisi Periksa Empat Waria
Polisi periksa empat waria taman Lawang di Jakarta
Penulis:
Vanroy Pakpahan
Editor:
Ade Mayasanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi bergerak cepat mengungkap pelaku penembakan terhadap tiga waria. Polisi mengaku telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Kita sudah coba identifikasi dengan olah TKP," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol baharduddin Djafar di Polsek Metro Menteng, Jakarta, Kamis (10/3).
Selain itu, kata Baharuddin, polisi juga kini tengah memeriksa
beberapa saksi dari pihak waria. "Saat ini sedang diperiksa empat
saksi yang berada di TKP saat kejadian," tuturnya.
Mereka adalah Nelly, Chacha, Memey, Devi. Polisi juga telah menyita satu unit motor Kharisma hitam tanpa nomor polisi.
Tiga orang waria ditembak oleh orang tak dikenal di sepanjang jalan Purworejo Taman Lawang, Kamis (10/3/2011) dinihari. Dari pemeriksaan terhadap beberapa saksi di sekitar lokasi kejadian, polisi akhirnya mendapatkan sedikit titik terang terkait pengungkapan kasus itu.
Penembakan, menurut polisi terjadi sekitar pukul 03.25 WIB. Saat
ketiga waria itu sedang mangkal di sepanjang jalan tersebut, datanglah para penembak berbadan tinggi besar dengan mengendarai dua motor, masing-masing Kharisma hitam dan Yamaha Mio, mendekati para waria.
Para penembak lalu terlibat dalam pembicaraan dengan para waria.
"Belum ada perbicangan yang cukup banyak pelaku bilang "jangan banyak bicara". Lalu langsung ditembak," tutur Kabid Humas Polda Metro Kombes Pol Baharuddin Djafar di Polsek Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2011).
Menurut saksi, kata Baharuddin, para pelaku yang belum diketahui
jumlahnya itu, tiga kali melepaskan tembakan ke arah tiga waria. Para waria pun histeris, Mereka berteriak dan meminta tolong
sejadi-jadinya.
Di sisi lain, para pelaku penembakan pun segera kabur meninggalkan lokasi.
Sementara itu, salah seorang waria yaitu Faizal alias Shakira tewas ditempat. Beruntung bagi dua rekannya, Tantan dan Agus alias Venus, mereka selamat dari ajal yang bersiap menjemput.
"Kita sudah antar korban ke RS, coba identifikasi dengan olah TKP. Tim sudah mulai bekerja," ujar Baharuddin