Tidak Ada Firasat Atas Kepergian Cristopher
Keluarga tak pernah menduga sang juara Matematika Olimpiade pada 2009, Cristopher Melky Tanujaya tewas secara mengenaskan.
Penulis:
Andrian Salam
Editor:
Ade Mayasanto
Laporan Wartawan Tribunnews.com Andrian Salam Wiyono
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepergian sang juara Matematika Olimpiade pada 2009, Cristopher Melky Tanujaya (16) akibat luka tusuk yang terjadi, di bilangan Pluit, Jakarta Utara, Senin (5/12/2011) lalu, ternyata tidak pernah diduga sebelumnya oleh pihak keluarga.
Sang ayah, Stephanus Hans Tanujaya, saat ditemui wartawan, Rabu (7/12/2011) di kediamannya, Perumahan Taman Grisenda C2, No.8, Kelurahan Kapukmuara, Penjaringan, Jakarta Utara mengatakan selama di Jakarta tak ada firasat maupun keanehan pada sosok Christopher.
"Sangat tidak diduga, tiba-tiba saya mendapat kabar dari pihak kepolisian pada malam itu juga," kata Stephanus
Cristopher yang sedang menghabiskan masa liburan kenaikan kelasnya di Indonesia, saat itu berniat menuju Pluit Junction. Ketika itu ia yang turun dari Busway di bilangan Pluit, ia diduga ditusuk oleh pelaku sekitar pukul 18.45 WIB.
Korban saat itu ditemukan berlumuran darah oleh Setiohadi (30). Pria yang diketahui masih mengikuti pendidikan setingkat SMA di Singapura ini, meninggal saat dalam penanganan medis di IGD Rumah Sakit Atmajaya Penjaringan Jakarta Utara sekitar pukul 19.30 WIB.
Ia berharap agar kasus ini segera ditindak oleh pihak kepolisian. Meski demikian ia tidak menuntut pelaku pembunuhan. "Kita serahkan saja sama yang berwenang," ungkapnya