Direksi PT KAI Harus Gunakan KRL
Agar lebih mengetahui bagaimana seluk beluk pengoperasian KRL di Jabodetabek, KRL Mania meminta para direksi PT KAI/KCJ untuk meninggalkan mobil
Penulis:
Danang Setiaji Prabowo
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Agar lebih mengetahui bagaimana seluk beluk pengoperasian KRL di Jabodetabek, KRL Mania meminta para direksi PT KAI/KCJ untuk meninggalkan mobil dinas dan mengunakan KRL sebagai sarana transportasinya.
Menurut Juru Bicara KRL Mania, Agam Fatchurrochman, para direksi KAI/KCJ harus menggunakan KRL secara rutin agar mengetahui persis masalah yang kerap dialami penumpang KRL. Dikatakannya, hal tersebut merupakan penerapan filosofi manajemen Jepang Genchi Genbutsu, yakni menghayati apa yang terjadi di lapangan dan mengambil keputusan berdasarkan personally verified data.
"Ini akan mendorong perbaikan user experience yang lebih baik pada produk KAI/KCJ. Selama ini terjadi information assymmetry karena sikap ABS (Asal Bapak Senang). Dimana setiap kali direksi KAI/KCJ ke lapangan, semua kekacauan seperti stasiun kotor, tidak aman, pedagang merajalela, dan sebagainya disembunyikan," ujar Agam, Senin (30/1/2012) dalam rilisnya.
Dikatakannya, bila hal tersebut diterapkan, maka akan mendorong direksi KAI/KCJ yakin pada produknya sendiri, dan masyarakat akan yakin pada produk KAI/KCJ. Menurutnya hal ini juga menumbuhkan corporate culture yang sehat, karena staf tahu bahwa direksi tidak main-main mencari informasi ke lapangan dan menghilangkan budaya 'asal bapak senang'.