Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ongkos Jasa Pembunuh Bayaran Rp 3 Miliar

Di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, tidak sulit mencari orang yang bersedia dibayar untuk melenyapkan nyawa

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Dirut PT Asaba Sakti Bakti (Asaba), Boedyharto Angsono dan pengawalnya, Serka Edy Siyep, juga tewas ditangan pembunuh bayaran bermotor di halaman Gelanggang Olah Raga Pluit Penjaringan, Jakarta Utara pada 2003 lalu.

Begitu pun Direktur Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Dia tewas di tangan sejumlah pembunuh bayaran yang mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio di Jalan Hartono Raya Modern Land Tangerang ketika korban berada di dalam mobil BMW-nya, 15 Maret 2009.

Anton menyimpulkan, rata-rata pembunuh bayaran di Indonesia selalu menggunakan senjata api genggam maupun senjata tajam. Lain halnya di daratan Eropa. Modus pembunuh bayaran di benua biru itu secara teknis lebih rumit dibanding Indonesia. Senjata api bukan satu-satunya cara menghabisi target. Pelaku bisa meracuni target maupun merekayasa sebuah kecelakaan.

*Silakan klik Di Sini untuk Update Tribun Jakarta Digital Newspaper

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas