Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Banjir Istana yang Bikin Presiden Kurang Senyum

Apa boleh buat banjir tidak surut juga, Presiden gelisah, sejurus kemudian langsung melihat banjir di kawasan Istana.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Gusti Sawabi

TRIBUNNEWS.COM - Kamis (17/1/2013) lalu, Banjir menggenangi kawasan Istana Negara, Jakarta. Pagi-pagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah berangkat ke kantor. Namun, yang ia temui pertama kali adalah banjir setinggi kurang lebih 30 sentimeter.

SBY kaget bukan kepalang. Padahal, saat itu ia segera menerima kunjungan kenegaraan Presiden Argentina. Apa boleh buat, karea banjir tidak surut juga, dengan gelisah, sejurus kemudian SBY langsung melihat banjir di kawasan Istana.

Keputusan dibuat, kunjungan Presiden Argentina diundur sejam lebih, dari jadwal semula 10.30 WIB menjadi 11.30 WIB.

Sekitar pukul 10.00 WIB, banjir yang menggenangi Istana berlalu. Tidak menunggu waktu lama, petugas kebersihan bergegas membersihkan kompleks Istana.

Jalanan beraspal di dalam Istana, bunga warna-warni, rumput, patung-patung batu, dan semua yang terendam banjir dibersihkan dalam sekejap, hingga tidak terlihat bekas banjir yang menggenangi tempat itu.

"Semua turun membersihkan banjir," ujar seorang petugas kebersihan yang enggan berkomentar panjang lebar.

Mungkin banjir ini cukup membuat Presiden galau. Sepanjang hari di Istana, Presiden kurang senyum.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat memberi keterangan pers, Presiden terlihat tidak banyak senyum meskipun saat itu Presiden Argentina beberapa kali melontarkan guyon depan SBY. SBY mengatakan, Presiden Argentina memaklumi kondisi banjir yang melanda Jakarta.

Raut wajah SBY tetap serius. Begitu Presiden Argentina berlalu, SBY mengumpulkan beberapa menteri di beranda Istana Merdeka dekat tangga.

Sekitar 10 menit SBY berbincang serius dengan para menteri. Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) juga dilibatkan. Tak lama kemudian, Presiden memutuskan meninjau langsung korban banjir di Rawajati, Kalibata, Jakarta Selatan.

Presiden segera akan sidak. Ini tentu saja di luar agenda resmi Presiden. Segala sesuatunya disiapkan, termasuk mobil yang akan mengantar Presiden, jalur jalan raya yang akan dilalui Presiden, serta semua persiapan lain.

Tiba di lokasi banjir, SBY menjumpai pengungsi. Presiden menyalami pengungsi dan meninjau lokasi banjir dengan perahu karet milik TNI. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas