Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Buruh Minta Kapolres Kabupaten Bekasi Dicopot

Kami meminta dicopotnya Kapolres Kabupaten Bekasi beserta Pemda Kabupaten Bekasi dicopot dari jabatannya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terkait dengan kekerasan yang menimpa 28 orang buruh di Cikarang saat melakukan aksi mogok nasional, para buruh meminta pejabat di Kabupaten Bekasi dicopot dari jabatannya. Hal itu ditegaskan oleh Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal.

"Kami meminta dicopotnya Kapolres Kabupaten Bekasi beserta Pemda Kabupaten Bekasi dicopot dari jabatannya," kata Said di kantor Kontras, Jakarta, Senin (4/11/2013).

Said menuturkan, Kapolres dan Pemda Kabupaten Bekasi telah telah terbuktu melakukan persekongkolan dan pembiaran terhadap kekerasan buruh di Cikarang. Ia pun meminta Mabes Polri mengusut tunttas kasus pembacokan tersebut.

"Tidak cukup bila pelaku di lapangan yang dihukum, orang yang membayar pun harus diadili," tuturnya.

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menilai pembacokan yang terjadi di Bekasi, Kamis (30/10/2013) saat aksi mogok nasional berlangsung dilakukan secara terencana.

Hal itu dapat terlihat dari bukti di lapangan setelah melakukan investigasi. "Pembacokan ini bagian dari desain," kata Haris di tempat yang sama.

Haris menuturkan, dari investigasi yang dilakukan Kontras, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan juga Buruh diketahui pada 30 Oktober terlihat para pria berseragam ormas di kantor Koramil Cikarang.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, para anggota ormas tersebut dibiarkan membawa senjata tajam seperti golok, samurai dan kampak.

"Pada saat kejadian pun terlihat aneh karena polisi hanya diam saja terhadap aksi pembacokan tersebut. Polisi tidak melakukan tindakan apa-apa," ucapnya.

Sumber: TribunJakarta
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas