Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sekujur Tubuh Hangus, Korban Teriak Allahu Akbar

Pada sekujur tubuh korban itu tampak hangus, pakaiannya compang camping karena ikut terbakar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Yudie Thirzano
zoom-in Sekujur Tubuh Hangus, Korban Teriak Allahu Akbar
Tribunnews/JEPRIMA
Para petugas TNI beserta anggota dari kepolisisan saat mengevakuasi seorang wanita paruh baya yang selamat dalam kecelakan antara Kereta api Listrik (KRL) Commuter Line jurusan serpong-Tanah Abang dengan mobil tangki milik pertamina di Jalan Bintaro Permai, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013). Akibat kecelakaan tersebut terdapat 5 korban selamat dan 2 korban meninggal dunia hingga berita ini diturunkan. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berbagai pihak terkait ikut membantu proses evakuasi korban kecelakaan KRL Commuter Line di Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (9/12/2013). Selain petugas Pemadam Kebakaran (PMK), polisi juga tampak sejumlah  prajurit TNI AD.

"Kami kerahkan pasukan sebanyak dua SSK (satuan setingkat kompi), karena lokasinya memang dekat dengan markas di Arhanud," kata Mayor TNI AD, Sulistiyono dari Resimen Arhanud, Pesanggrahan, Bintaro.

Sulistiyono bercerita, dia ikut mengangkat tiga korban kecelakaan KRL yang terbakar di dalam gerbong wanita. Saat itu seorang korban diduga sudah meninggal di lokasi tabrakan.  Sesaat setelah kecelakaan, petugas mengevakuasi korban ke masjid terdekat yang berjarak sekitar 20 meter dari perlintasan. "Saat itu ambulans belum ada yang datang, kami evakuasi semua di masjid," katanya.

Setelah ambulans tiba, korban langsung dibawa masuk ke mobil ambulans dengan tandu. "Ada korban yang selamat, perempuan setengah baya. Badannya hangus nyaris sekujur tubuh. Dia masih teriak Allahu Akbar, Allahu Akbar," ujarnya.

Pada sekujur tubuh korban itu tampak hangus, pakaiannya compang camping karena ikut terbakar. Beberapa bagian tubuh kulitnya terkelupas.

Saat itu, menurut Sulistiyono seorang korban sudah dinyatakan tewas, sementara masinis masih terjepit di dalam gerbong. "Dia terjepit, sepertinya harus ada besi yang dipotong untuk mengeluarkan jasad masinis dan seorang petugas lagi di bagian depan," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas