Mulut Dibekap Celana Dalam, PSK Dirampok Pelanggan
Usai melayani, PSK ini tak boleh pulang. Saat hendak mengenakan pakaian, ia malah dibekap mengenakan pakaian dalammnya
Editor:
Hasiolan Eko P Gultom
Laporan Wartawan Warta Kota, Feryanto Hadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak pernah terbersit dalam benak IDH (24) dirinya menjadi korban perampokan yang dilakukan pelanggannya. Sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK), tugasnya hanya melayani para hidung belang; membiarkan tubuhnya menjadi pelampiasan birahi, kemudian ia mendapatkan bayaran. Hanya itu yang terpikir dalam pikirannya.
Tapi tidak demikian yang terjadi pada malam itu, Jumat (28/6/2013). Bukan uang yang didapat, ia justru menjadi korban penganiayaan dan perampokan oleh MDT (34), seorang pelanggannya. Harta benda seperti gelang dan cincin emas serta smartphone BlackBerry Dakota miliknya pun digondol pergi.
Kejadian bermula ketika pada Jumat (28/6/2013) pukul 06.00 WIB. Pagi itu, tersangka MDT meminta tolong kepada CHL, seorang tukang ojek di kawasan Mangga Besar. Oleh CHL, pelaku dipertemukan dengan korban. Dalam pertemuan itu, terjadi kesepakatan transaksi.
Korban dibayar Rp 400 ribu untuk jasa pelayanan seks short time di kamar 116 Hotel Prinsen Jalan Raya Mangga Besar Raya 103, Tamansari, Jakarta Barat. Karena membayar untuk layanan short time, usai melakukan hubungan badan korban hendak mengenakan kembali pakaiannya dan berpamitan pulang. Tetapi MDT justru marah.
Ia melarang korban menggenakan bajunya. Setelah terjadi perdebatan, pelaku langsung mengikat kedua tangan korban dengan BH, kaos, pengikat rambut serta tas milik pelaku.
IDH pun berontak dan mencoba berteriak minta tolong. Tapi MDT mengancam akan membunuh IDH jika dia terus berteriak. MDT kemudian menyumpal mulut IDH dengan celana dalam milik korban.
Di saat bersamaan, pelaku juga mempreteli perhiasan yang menempel di tubuh korban, cincin dan gelang emas. Dalam keadaan tak berdaya, MDT menarik IDH ke kamar mandi dan memaksa korban untuk melakukan oral seks.
“Saya terinspirasi oleh agedan di film porno. Saya ikat dia lalu saya bawa ke kamar mandi untuk bermain seks di sana,” kata MDT saat ditemui di Mapolsektro Tamansari, Kamis (1/9/2014).
Setelah puas, pelaku kemudian menyalakan kran kamar mandi dan membesarkan volume televisi agar teriakan korban tidak terdengar keluar kamar hotel.
“Sesudah itu saya pergi dengan membawa harta milik dia,” kata MDT, warga Jalan Kalisuren, Parung, Bogor.
Pada kesempatan sama, pelaku mengaku sengaja mengincar korban karena ia melihat perhiasan yang menempel di tubuh korban ketika seorang tukang ojek mengenalkan korban kepada dirinya.
“Pas dikenalin sama dia (korban) saya langsung mau karena saya lihat hapenya bagus. Dia juga pakai cincin dan gelang emas,” kata lelaki yang hanya tamatan SMP.
Kepala Kepolisian Sektor Metro Tamansari AKBP Adi Vivid AB. SIK menjelaskan, aksi pelaku baru diketahui sekitar pukul 08.00 WIB oleh seorang karyawan hotel.
“Ada pegawai hotel setempat yang mendengar teriakan dari dalam kamar itu. Saat dibuka, korban dalam keadaan terikat. Pihak keamanan hotel kemudian melaporkan ke kantor polisi,” katanya. Kerugian yang disebabkan dari aksi pelaku, kata AKBP Adi Vivid, mencapai Rp 7 juta.
Baca tanpa iklan