Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
TribunNews | PON XX Papua
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jurus Baru Ahok Berantas Pemukiman Liar

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan masih ada cara lain yang dapat dimanfaatkan untuk memberantas pemukiman liar

Jurus Baru Ahok Berantas Pemukiman Liar
WARTA KOTA/Angga Bhagya Nugraha
Bocah berjalan disekitar bangunan liar berdiri disamping lajur Kereta Api kawasan Stasiun Kota, Jakarta Barat, Jumat (4/1/2013). PT KAI meminta Pemprov DKI Jakarta ikut mendukung upaya sterilisasi Stasiun dari pemukiman liar. Bangunan liar disekitar kawasan itu mencapai ratusan kepala keluarga. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan masih ada cara lain yang dapat dimanfaatkan untuk memberantas pemukiman liar yang berdiri di bantaran sungai maupun waduk.

"Kita kejar pajaknya. Bayar pajak hanya 6 juta pajak pribadi. Ini akan kita kejar juga. Kami bukan kejar preman, tapi kami kejar pajak anda," ujar Basuki atau akrab disapa Ahok di Jakarta, Kamis (30/1/2014).

Ahok meyakini, warga yang tinggal di pemukiman liar bukanlah pemilik asli. Menurutnya, ada pemilik bangunan yang menyewakan rumah-rumah liar tersebut kepada warga.

"Itu orang miskin sewa rumah. Ada bos-bosnya," kata mantan Bupati Belitung Timur ini.

Meski persoalan pemukiman liar sudah bertahun-tahun, Ahok mengatakan hal tersebut bukanlah masalah. Justru Ahok akan membebankan kepada warga pajak yang tinggi, sehingga mau tidak mau warga tersebut akhirnya setuju direlokasi.

"Penyewa kalau ngotot bilang sudah lama tinggal 39 tahun, bayar pajaknya 30 persen. Tidak mau? Pidana," ucap Ahok.

Penulis: Imanuel Nicolas Manafe
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
Tags
pemukiman
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas