Sepedaan, Dua Gadis Kecil Belum Pulang Sejak Rabu
Kiara Amor Senhor Ariana (10) dan Eagle Deus Decreto (8), warga Perumahan Regency Melati Mas, Tangsel, menghilang pada Rabu (5/3/2014).
Editor:
Gusti Sawabi
Tribunnews.com, Jakarta - Dua gadis kakak beradik, Kiara Amor Senhor Ariana (10) dan Eagle Deus Decreto (8), warga Perumahan Regency Melati Mas, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), menghilang pada Rabu (5/3).
Hingga Jumat (7/3/2014) malam, keberadaan dua anak perempuan itu belum dapat diketahui. Kiara dan Egy, sapaan Eagle, adalah dua putri pasangan suami-istri Christ Ariana (40) dan Lulus Ariana (39). Kiara kini kelas 4 SD, sedangkan Egy duduk di bangku kelas 1 SD.
Keluarga ini tinggal di rumah sederhana di Regency Melati Mas Blok A7 Nomor 23 RT 01/09 Kelurahan Pondok Jagung, Serpong. Kiara memiliki ciri-ciri kulit sawo matang, tinggi 135 cm, wajah bulat, di bawah alis kanan terdapat garis bekas jahitan, rambut panjang ikal.
Terakhir kali sebelum hilang, Kiara memakai baju hijau, celana pendek warna hitam, dan jaket abu-abu. Sementara, Egy memiliki ciri-ciri berkulit sawo matang, tinggi 125 cm, dan rambut panjang lurus. Terakhir terlihat, Egy memakai baju kuning dress bermotif kembang warna hijau, serta memakai sendal selop hijau.
Sebelum menghilang, keduanya diketahui sedang berboncengan di atas sepeda kecil warna pink, keranjang sepeda warna abu-abu, dan bel sepeda warna ungu. Hingga kini sepeda tersebut turut menghilang bersama dua gadis kecil itu. Sehari-hari, Kiara dan Egy memang terbiasa berdua di rumah.
Christ, ayah mereka, bekerja di perusahaan kosmetik di kawasan Ciledug, Tangerang. Ia berangkat kerja pagi hari dan baru pulang sore hari. Sedangkan Lulus berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah dasar di kawasan BSD, Serpong. Dia juga terbiasa pergi pagi hari dan baru kembali ke rumah sore hari.
Orang yang pertama kali sadar akan hilangnya Kiara dan Egy adalah Lulus, yang tak lain adalah ibu kandung dua gadis cilik tersebut. Lulus menyadari dua putri kesayangannya itu menghilang pada Rabu (5/3) sore.
"Saya sangat berharap mereka pulang. Cuma mereka berdua anak-anak kami," bilang Lulus dengan wajah sedih saat berbincang dengan Warta Kota di kediamannya, Jumat (7/3) petang.
Saat itu, Lulus pulang ke rumah dengan mendapati pintu pagar rumah terbuka. Namun, ia tidak melihat sepeda pink, yang biasa dimainkan Kiara dan Egy, di garasi. Saat akan masuk ke dalam rumah, pintu depan juga tak terkunci.
Sementara Christ, sang suami, belum pulang. Masuk ke dalam kamar, Lulus menemukan ponsel milik Kiara. Rupanya, Kiara dan Egy keluar rumah tanpa membawa ponsel itu. Dalam hati Lulus, dua putrinya mungkin sedang berboncengan sepeda di lingkungan komplek Regency Melati Mas.
Karena harus mengajar privat di kawasan BSD, tak sampai 5 menit Lulus kemudian bersiap meninggalkan rumah lagi. Namun, ia mengaku tetap memikirkan keberadaan anaknya. Ia pun pergi dari rumah dengan pikiran yang risau. Pukul 17.00, Lulus yang sudah makin risau kemudian kembali lagi ke rumahnya.
Berharap ia sudah melihat Kiara dan Egy berada di rumah. Namun, sampai di rumah ia kembali tak menemui buah hatinya. "Akhirnya saya nelepon suami supaya cepat pulang karena anak-anak nggak tahu dimana. Saya minta suami pulang karena saya harus mengajar les," kata Lulus.
Setelah mengabari suaminya, Lulus kembali meninggalkan rumah karena harus mengajar les privat. Namun, hingga selesai les pukul 20.00, suaminya memberi kabar bahwa keberadaan dua anaknya tak kunjung diketahui.
"Pulang les, saya berdua suami naik motor keliling nyari-nyari mereka. Mula-mula di sekitar komplek, kemudian keluar sampai komplek BSD. Kami cari mereka sampai jam dua dinihari, nggak ketemu juga," ujar Lulus dengan tatapan kosong.
Sampai di rumah sekitar pukul 02.00 dini hari, pasangan ini tak bisa tidur. Mereka mengabari hilangnya dua gadis itu kepada kerabat dan rekan-rekan. Berharap ada pihak yang menemukan. Satpam komplek juga telah diminta untuk melakukan pencarian. Pukul 04.00, Lulus dan Christ kembali berkeliling mencari dua putrinya.