Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pelayanan Nyaris Lumpuh Karena Separuh Staf Kantor Sudinakertrans Jaktim Liburan ke Bromo

Tak tanggung-tanggung, 24 orang dari 48 staf Sudinakertrans Jakarta Timur mengambil cuti untuk liburan ke Bromo.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Wahyu Aji
zoom-in Pelayanan Nyaris Lumpuh Karena Separuh Staf Kantor Sudinakertrans Jaktim Liburan ke Bromo
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Suasana lengang terlihat di kantor Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudinakertrans) Jakarta Timur, Jumat (21/3/2014). Pelayanan dilaporkan nyaris lumpuh lantaran 24 dari 48 pegawai kantor tersebut cuti bersama ke Gunung Bromo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pelayanan terhadap masyarakat di Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Sudinakertrans) Jakarta Timur dilaporkan nyaris lumpuh lantaran 24 dari 48 pegawai cuti bersama ke Gunung Bromo, Jumat (21/3/2014).

Warga yang berniat mengurus administrasi atau mengadu soal hubungan industrial diminta datang lagi Senin (24/3/2014) besok.

"Bagaimana ini? Saya diminta untuk datang lagi hari Senin besok. Katanya pegawainya lagi tour," kata Rahmat (37), di kantor Walikota Jakarta Timur, Jumat (21/3/2014).

Dirinya mengaku kecewa lantaran harus pulang tanpa hasil. Menurutnya, saat akan mengajukan permohonan surat atas dirumahkannya, ia oleh perusahaan tempatnya bekerja, hanya dua orang siswa yang tengah Pendidikan Kerja Lapangan (PKL) yang melayaninya. Ia pun harus menunggu lebih dari tiga jam diruangan yang terlihat sepi itu.

Seorang warga lainnya bernama Imam Gozali (40), mengaku datang ke Kantor Sudinakertrans untuk mengurus permohonan pencatatan perkara perselisihan hubungan industrial, yang terjadi di kantornya di kawasan Cakung. Seperti halnya Abdul, Imam mengaku kecewa lantaran hanya diminta kembali ke kantor itu pada hari Senin.

"Katanya lagi pada keluar, jadi saya diminta balik lagi hari Senin," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Meski demikian, Imam tetap menunggu di kantor Sudinakertrans, hingga seorang seorang pegawai mendatangi Imam dan melayaninya. Namun, pegawai itu pun tak dapat berbuat banyak dan hanya meminta Imam menunggu.

"Saya tetap diam sampai akhirnya ada pegawai yang menghampiri saya dan menanyakan keperluannya. Akhirnya saya disuruh menunggu," ujar Imam.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas