Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak Rp100 Ribu Tiap Hari, Diancam Diteriaki Maling

Bayangkan dipalak Rp100 ribu tiap hari! Sopir bajaj ini pasrah diancam diteriaki maling oleh preman Tanah Abang. Simak kronologi lengkapnya!

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak Rp100 Ribu Tiap Hari, Diancam Diteriaki Maling
Tangkapan layar media sosial
AKSI PREMANISME — Aksi seorang preman melakukan praktik pungutan liar alias pemalakan terhadap sopir bajaj hingga mencapai Rp100 ribu per hari, di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aparat kepolisian kini telah melakukan penyelidikan lapangan guna mengidentifikasi para pelaku dan memperketat patroli di titik rawan tersebut. 

Ringkasan Berita:
  • Setoran paksa seratus ribu rupiah per hari mencekik leher sopir bajaj yang sedang mengais rezeki.Ancaman diteriaki maling bikin nyali ciut hingga korban terpaksa pasrah menyerahkan uang hasil narik harian.
  • Polisi kini sedang memburu preman sok jagoan yang tega memalak rakyat kecil di Tanah Abang.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Praktik premanisme di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menjadi sorotan setelah sebuah video viral mengungkap beban pungutan liar (pungli) yang mencekik para sopir bajaj.

Dalam rekaman tersebut, terungkap fakta bahwa para sopir harus menyisihkan pendapatan hingga Rp100 ribu per hari hanya untuk melayani permintaan sejumlah oknum di lapangan.

Jika menolak, mereka menghadapi ancaman mulai dari perusakan armada hingga intimidasi psikologis yang ekstrem.

Operandi Pemalakan Berulang

Aksi pemalakan ini diketahui terjadi secara sistematis dan bertubi-tubi. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria menghampiri bajaj yang tengah terparkir untuk meminta uang.

Tidak berselang lama setelah kelompok pertama pergi, pria lain kembali datang melakukan pungutan serupa kepada sopir yang sama.

Seorang penumpang yang merekam kejadian tersebut sempat mengonfirmasi besaran pungli kepada sang sopir.

Rekomendasi Untuk Anda

Dengan nada lirih, pengemudi roda tiga itu mengeluhkan total pungutan yang mencapai Rp100 ribu setiap harinya.

"Bukannya saya enggak berani ngelawan, tapi cari makannya di situ," keluh sopir tersebut kepada penumpangnya.

Baca juga: Viral Pria Minum Oli demi Stamina, Pakar Peringatkan Risiko Paru-Paru Rusak hingga Kematian Mendadak

Ancaman 'Diteriaki Maling'

Tekanan yang dialami para sopir bukan sekadar intimidasi verbal biasa. Para pemalak kerap melontarkan ancaman fisik hingga ancaman merusak unit bajaj.

Bahkan, muncul modus intimidasi dengan ancaman diteriaki maling untuk memicu amuk massa secara tidak benar jika para sopir berani menolak memberi uang.

Kondisi ini membuat para sopir hanya bisa pasrah karena ketergantungan mereka pada kawasan tersebut sebagai sumber mata pencaharian utama.

Respons Cepat dan Penyelidikan

Kepolisian Menyikapi keresahan publik, Polsek Metro Tanah Abang segera bergerak melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku yang terekam dalam video tersebut.

Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, memastikan pihaknya tengah melakukan upaya pengejaran di lapangan.

"Saat ini anggota masih melakukan lidik untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pemalakan," tegas Dhimas saat dihubungi, Minggu (12/4/2026).

Patroli Gabungan dan Peran Lingkungan

Sebagai langkah preventif ke depan, kepolisian akan memperkuat sinergi lintas instansi di titik-titik rawan pungli di wilayah Jakarta Pusat. Fokus utama adalah mengembalikan rasa aman bagi pekerja sektor informal dan pengguna transportasi publik.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas