Sopir Bajaj Tanah Abang Dipalak Rp100 Ribu Tiap Hari, Diancam Diteriaki Maling
Bayangkan dipalak Rp100 ribu tiap hari! Sopir bajaj ini pasrah diancam diteriaki maling oleh preman Tanah Abang. Simak kronologi lengkapnya!
Penulis:
Abdi Ryanda Shakti
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Setoran paksa seratus ribu rupiah per hari mencekik leher sopir bajaj yang sedang mengais rezeki.Ancaman diteriaki maling bikin nyali ciut hingga korban terpaksa pasrah menyerahkan uang hasil narik harian.
- Polisi kini sedang memburu preman sok jagoan yang tega memalak rakyat kecil di Tanah Abang.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Praktik premanisme di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali menjadi sorotan setelah sebuah video viral mengungkap beban pungutan liar (pungli) yang mencekik para sopir bajaj.
Dalam rekaman tersebut, terungkap fakta bahwa para sopir harus menyisihkan pendapatan hingga Rp100 ribu per hari hanya untuk melayani permintaan sejumlah oknum di lapangan.
Jika menolak, mereka menghadapi ancaman mulai dari perusakan armada hingga intimidasi psikologis yang ekstrem.
Operandi Pemalakan Berulang
Aksi pemalakan ini diketahui terjadi secara sistematis dan bertubi-tubi. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria menghampiri bajaj yang tengah terparkir untuk meminta uang.
Tidak berselang lama setelah kelompok pertama pergi, pria lain kembali datang melakukan pungutan serupa kepada sopir yang sama.
Seorang penumpang yang merekam kejadian tersebut sempat mengonfirmasi besaran pungli kepada sang sopir.
Dengan nada lirih, pengemudi roda tiga itu mengeluhkan total pungutan yang mencapai Rp100 ribu setiap harinya.
"Bukannya saya enggak berani ngelawan, tapi cari makannya di situ," keluh sopir tersebut kepada penumpangnya.
Baca juga: Viral Pria Minum Oli demi Stamina, Pakar Peringatkan Risiko Paru-Paru Rusak hingga Kematian Mendadak
Ancaman 'Diteriaki Maling'
Tekanan yang dialami para sopir bukan sekadar intimidasi verbal biasa. Para pemalak kerap melontarkan ancaman fisik hingga ancaman merusak unit bajaj.
Bahkan, muncul modus intimidasi dengan ancaman diteriaki maling untuk memicu amuk massa secara tidak benar jika para sopir berani menolak memberi uang.
Kondisi ini membuat para sopir hanya bisa pasrah karena ketergantungan mereka pada kawasan tersebut sebagai sumber mata pencaharian utama.
Respons Cepat dan Penyelidikan
Kepolisian Menyikapi keresahan publik, Polsek Metro Tanah Abang segera bergerak melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku yang terekam dalam video tersebut.
Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Dhimas Prasetyo, memastikan pihaknya tengah melakukan upaya pengejaran di lapangan.
"Saat ini anggota masih melakukan lidik untuk menemukan pelaku yang diduga melakukan pemalakan," tegas Dhimas saat dihubungi, Minggu (12/4/2026).
Patroli Gabungan dan Peran Lingkungan
Sebagai langkah preventif ke depan, kepolisian akan memperkuat sinergi lintas instansi di titik-titik rawan pungli di wilayah Jakarta Pusat. Fokus utama adalah mengembalikan rasa aman bagi pekerja sektor informal dan pengguna transportasi publik.
Baca tanpa iklan