Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sebelum Penembakan, Susanto dan Pamudji Bergelut Rebutan Senpi

Brigadir Susanto akhirnya mengakui dia sebagai pelaku penembakan terhadap atasannya AKBP Pamudji

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Sebelum Penembakan, Susanto dan Pamudji Bergelut Rebutan Senpi
Tribunnews.com/Wahyu Aji

Karenanya terjadi perselisihan diantara keduanya saat itu. Bahkan Susanto berupaya merebut senjata api dinasnya yang berada di kantong celana Pamudji. Namun Pamudji tetap mempertahankannya dan saling rebut terjadi disertai pergelutan keduanya sembari berdiri.

"Terjadilah sedikit pertahanan dari korban. Saat itu tangan korban memegang pelatuk dan meletus. Ada perebutan dan meletus, terjadi rikoset," tegas Heru.

Menurut Heru, senjata api milik Brigadir S sempat meletus satu kali ketika hendak diambil dari tangan korban dan terjadi saling rebut. "Saat itu korban sempat teriak 'Astagfirullah Alazim'. Tembakan pertama meleset dan hanya mengenai tembok," papar Heru.
Karena kalah tenaga, senjata berhasil direbut Brigadir Susanto yang langsung menembakannya ke kepala AKBP Pamudji hingga tewas bersimbah darah. "Senjata itu, berhasil direbut tersangka dan terjadilah penembakan itu," katanya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menuturkan penyidik masih melakukan pendalaman mengapa tersangka berusaha merebut senjata api dari Pamudji.

"Hal tersebut masih proses pendalaman, karena waktunya singkat. Cuma memang proses mintanya tidak pantas sehingga terjadilah perebutan. Jadi, tangan mereka ke atas dua-duanya saat perebutan. Lalu terjadi tembakan pertama. Setelah itu, senjata dapat direbut, tangan korban sempat diturunkan tersangka dan ditembak kepalanya, kena pelipis," papar Rikwanto.(Budi Malau)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas