Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Oka Tewas Dengan Luka Bacokan Celurit di Kepala

Oka Wira Satya (15), pelajar yang tewas saat terlibat tawuran dengan pelajar dari SMA Budi Murni, pada Rabu (13/8/2014) mengalami luka parah di kepala

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Wahyu Aji
Editor: Gusti Sawabi
zoom-in Oka Tewas Dengan Luka Bacokan Celurit di Kepala
KOMPAS.com
Oka Wira Satya 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Oka Wira Satya (15), pelajar yang tewas saat terlibat tawuran dengan pelajar dari SMA Budi Murni, pada Rabu (13/8/2014) mengalami luka parah di bagian kepala.

"Korban tewas akibat sabetan celurit dibagian belakang kepala dan punggung," kata Kapolsek Makasar, Kompol Sutarjo saat dihubungi, Kamis (14/8/2014).

Dirinya mengaku sempat kecolongan dari peristiwa perkelahian pelajar itu. Pasalnya dirinya mendapati informasi korban ketika sudah dievakuasi ke rumah sakit.

"Kammi juga tahunya begitu korban tewas di rumah sakit, ternyata ada perkelahian pelajar di perbatasan Makasar dengan Ciracas," ujarnya.

Ia mengatakan selain Oka. Pihaknya mendapat informasi ada korban luka-luka akibat peristiwa tersebut.

"Korban ada dua, satu tewas bernama Oka, satu lagi luka-luka akibat sabetan celurit di kepala dan punggung diketahui korban bernama Muhammad Fadli pelajar kelas 1 SMK Adi Luhur, korban berhasil mendapat pertolongan dan selamat," kata Sutarjo.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu Susi (40), tante korban mengatakan, setelah mengikuti masa orientasi yang berlangsung pekan lalu, Oka baru aktif mengikuti pelajaran sejak Senin (11/8/2014) kemarin.

"Baru masuk. Ini hari ketiga mengikuti pelajaran. Gurunya juga baru pada kenal," kata Susi yang ditemui di rumah duka, Gang Ahmad, Jalan Skuadron, RT 03/02, Kelurahan Makasar, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Menurutnya dari keterangan dokter, Oka mengalami luka bacok pada bagian kepala belakang. Selain itu, bacokan juga mengenai bagian punggung yang menembus paru-paru.

"Baru tahu tadi waktu di jalan mau pulang ditelepon katanya masih di RS Haji. Tapi setelah Maghrib meninggal dunia, dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas