Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ancol Gugat SeaWorld ke MA

Upaya hukum tersebut diambil, karena Sea World tidak mematuhi perjanjian kontrak yang sudah disepakati

Ancol Gugat SeaWorld ke MA
Warta Kota/Alex Suban
Sejumlah pengunjung melihat berbagai jenis ikan dan binatang laut yang berada di akuarium raksasa SeaWorld, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Dalam waktu dekat, PT Pembangun Jaya Ancol (Ancol) bakal mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung untuk membatalkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Dalam putusan itu, PN Jakarta Utara membatalkan putusan Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) yang menyatakan pengelolaan wahana rekreasi SeaWorld Indonesia (Sea World) dikembalikan kepada PT Pembangunan Jaya Ancol sejak Kamis (5/6/2014) lalu.

Kuasa Hukum PT Pembangunan Jaya Ancol, Lim Zovito Simanungkalit menjelaskan, Ancol sudah mengugat Sea World di BANI sejak April 2013. Upaya hukum tersebut diambil, karena Sea World tidak mematuhi perjanjian kontrak yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Lim mengatakan, Sea World tidak berhak mengajukan perpanjangan kontrak sebelum menyerahkan tanah berserta semua fasilitas di dalam sarana rekreasi Sea World kepada pihak Ancol. "Kontrak antara Ancol dengan Sea World sudah berakhir 6 Juni lalu. Kami ajukan gugatan karena Sea World merasa kontrak bisa diperpanjang secara otomatis sampai 2034," kata Lim pada Selasa (30/9/2014).

Menurut Lim, seharusnya perpanjangan kontrak dilaksanakan setelah kedua belah pihak membicarakan kontrak baru. "Serahkan dulu semuanya kepada kami, lalu kita bicarakan kontrak barunya. Lagi pula tanah yang mereka gunakan juga milik kami," ujar Lim.

Lim menambahkan, hingga kini pihak Sea World belum menyerahkan tanah serta aset-aset di dalam wahana rekreasi undersea world. Akan tetapi, mereka malah menggugat putusan BANI ke PN Jakarta Utara pada Juli lalu. "Karena Pengadilan Negeri Jakarta Utara menyatakan putusan BANI dibatalkan, maka pihak Ancol berencana melayangkan gugatan ke MA," kata Lim.

Menurut Lim, selama proses hukum berjalan, kedua belah pihak tidak diperkanakan untuk melakukan aktivitas operasional. "Status que, baik Ancol maupun Sea World tidak boleh melakukan tindakan apapun," kata dia.

Karena itulah, sejak Sabtu (27/9/2014) lalu, Ancol menyatakan wahana rekreasi Sea World ditutup untuk sementara waktu. Adapun upaya mereka memasang pagar dan menempatkan petugas keamanan untuk memberikan informasi kepada para pengunjung.

"Sea World boleh tetap beroperasi, hanya saja operasi untuk merawat ikan-ikan di dalamnya. Kalau menerima pengunjung, menjual tiket tidak boleh," kata Lim.

Ketika dikonfirmasi Presiden Direktur PT Sea World Indonesia Yongki Salim, membantah hal ini. Ia mengklaim, hingga kini Sea World masih beroperasi seperti biasa, sebab proses hukum yang berjalan tidak berpengaruh pada izin kunjungan. "Proses hukumnya memang berjalan, tapi kami tetap beroperasi seperti biasa," kata Yongki.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas